Jadi Spiker Terbaik Proliga 2019, Wilda: Untuk Sahabat yang Koma

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Jakarta PGN Popsivo Polwan Wilda Sugandi. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Pemain Jakarta PGN Popsivo Polwan Wilda Sugandi. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pilar tim voli Jakarta PGN Popsivo Polwan, Wilda Siti Nurfadhilah Sugandi, dinobatkan sebagai Spiker Terbaik Putri Proliga 2019.

    Eks kapten tim nasional bola voli putri Indonesia itu bersama timnya juga berhasil menjuarai Proliga 2019 pasca menumbangkan juara bertahan Jakarta Pertamina Energy dalam babak grand final di GOR Amongrogo Yogyakarta Sabtu petang 23 November 2019.

    Baca: Tekuk Pertamina, Popsivo Polwan Juara Bola Voli Proliga 2019

    Atas raihan itu, rekan satu tim pevoli Aprilia Manganang sejak di Bank BJB Pakuan sampai hijrah bersama di Popsivo itu mendapat tambahan bonus senilai Rp 5 juta.

    Namun, usai menerima penghargaan itu Wilda tampak menahan tangis pedih.

    "Penghargaan ini kupersembahkan buat sahabatku Yuni Basan yang kecelakaan tadi siang dan masih koma di rumah sakit di Kendari," ujar Wilda usai laga.

    Baca: Proliga 2019: Tekuk BJB, Putri BNI 46 Rebut Posisi Ketiga

    Yuni, ujar Wilda, merupakan sahabatnya yang sedianya akan datang ke Yogya untuk memberi kejutan untuknya usai laga.

    Namun sebelum keinginan itu terwujud, mobil yang ditumpangi sahabat eks jebolan klub Alko Bandung itu kecelakaan hingga posisinya terbalik.

    Meski demikian, Wilda mengaku kabar buruk itu tak sampai mengganggunya bermain.

    "Justru aku semangati diri main sebaik-baiknya agar menang dan memberikan penghargaan ini untuk sahabatku," ujarnya.

    Pemain yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke 24 pada 7 Februari 2019 itu baru meluapkan emosinya pasca Popsivo memastikan juara.

    Berkali-kali saat panitia memanggil nama Wilda untuk menerima penghargaan di atas podium Proliga, pevoli yang memiliki bisnis sampingan berupa online shop @fadhilahhijab17 itu tak kunjung datang.

    "Aku tadi sedang tanya kabar kondisi sahabatku, sampai malam ini masih koma," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.