Proliga 2019: Gagal Pertahankan Gelar, Putri Pertamina Rombak Tim

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim bola voli putri Proliga, Jakarta Pertamina Energi. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Tim bola voli putri Proliga, Jakarta Pertamina Energi. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pil pahit harus ditelan tim Jakarta Pertamina Energi dalam perhelatan Proliga 2019 ini. Target mengawinkan gelar juara antara tim putra dan putri pupus setelah satu-satunya harapan tim putri Jakarta Pertamina kandas di partai puncak melawan Jakarta Popsivo Polwan di GOR Amongrogo, Sabtu.

    Baca: Kunci Sukses Jakarta Popsivo Polwan Menjuarai Proliga 2019

    Sedangkan tim putra Jakarta Pertamina telah kandas ke final lebih awal dan hanya berpeluang dalam perebutan juara ketiga melawan Palembang Bank Sumsel Babel pada Minggu 24 Februari 2019.

    Manajer tim putri Jakarta Pertamina Energi, Widi Triyoso memberi sinyal akan melakukan perombakan besar untuk timnya agar berlaga lebih baik di musim Proliga 2020 mendatang.

    "Kalau rombak total enggak, tapi kami ingin tim ini musim depan diperkuat 50- 60 persen pemain dengan fisik lebih muda," ujar Widi usai laga final.

    Baca: Proliga 2019: Kalahkan BNI, Samator Pertahankan Gelar Juara

    Widi tak mengungkap siapa kiranya pemain yang akan dipertahankan dan akan dicoret dari tim tersebut untuk musim kompetisi 2020 nanti.

    Yang jelas dari performa grandfinal itu, putri Jakarta Pertamina saat ini butuh empat posisi mendesak yang perlu dibenahi.

    "Kami butuh empat posisi vital dari defend, passing, setter, dan blocker," ujarnya.

    Widi menuturkan pihaknya tak mau terus mengandalkan pemain senior.

    Untuk mengisi posisi itu, akan menggali dari bibit bibit atlet junior yang akan digembleng setidaknya delapan bulan sebelum musim kompetisi Proliga 2020 dimulai.

    Widi menuturkan gagalnya target mempertahankan gelar juara itu bukan karena kesalahan satu atau dua pemain. Performa timnya termasuk dua pemain asing dinilai sudah sangat maksimal dalam laga itu. Kekalahan itu, ujar Widi, sebagai tanggung jawab tim, bukan perorangan. "Kami hanya kurang beruntung kali ini," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.