Rendy Tamamilang Dinobatkan Jadi Pemain Terbaik Proliga 2019

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapten Surabaya Bhayangkara Samator Rendy Febriant Tamamilang jadi pemain terbaik Proliga 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Kapten Surabaya Bhayangkara Samator Rendy Febriant Tamamilang jadi pemain terbaik Proliga 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kapten Surabaya Bhayangkara Samator Rendy  Tamamilang dinobatkan menjadi pemain putra terbaik Proliga 2019 setelah membawa timnya mempertahankan gelar juara dalam partai puncak melawan BNI 46 di GOR Amongrogo Yogyakarta Minggu petang 24 Februari 2019.

    Pemain kelahiran Bitung, Sulawesi Utara, 12 Februari 1996 itu pun berhak mendapatkan bonus tambahan senilai Rp 10 juta.

    Baca: Daftar Lengkap Juara dan Penghargaan Proliga 2019

    "Saya merasa belum pantas dengan penghargaan ini, saya masih banyak kekurangan," ujar pemain yang memegang posisi Open Spike itu usai laga.

    Pemain yang belum pernah pindah klub sejak 2011 di Samator itu menuturkan pernah meraih penghargaan serupa tahun 2014 silam.

    "Saya saat main hanya berpikir main yang baik saja, tak pernah mengincar penghargaan, yang penting tim saya menang dan bisa juara lagi, bagi saya itu cukup," ujar pemain tinggi badan 191 cm itu.

    Rendy menambahkan, Samator yang menyandang gelar juara ke tujuh dalam Proliga 2019 ini mau tak mau ikut menjadi beban tersendiri. Terutama bagi pemain untuk mempertahankannya agar tak lepas.

    "Mempertahankan gelar juara itu lebih susah, dan kami akan selalu siap susah untuk bisa mempertahankannya," ujarnya.

    Setelah mendapatkan gelar juara sekaligus pemain terbaik, Rendy menuturkan belum memikirkan hal lain. "Saya hanya punya impian main di luar negeri," ujarnya.

    Dan, keinginan itu akhirnya akan terwujud karena pada April 2019 nanti Surabaya Bhayangkara Samator akan mewakili Indonesia bertolak mengikuti turnamen Asia di Cina Taipei.

    "Kami mungkin akan persiapan ke turnamen Asia antar klub di China Taipei, mewakili Indonesia, sekitar bulan April 2019," ujar Rendy Tamamilang.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.