Menyambangi Rumah Osvaldo Haay, Salah Satu Bintang Timnas U-22

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Indonesia U-22 Osvaldo Haay. (antara)

    Pemain Timnas Indonesia U-22 Osvaldo Haay. (antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberhasilan Timnas U-22 Indonesia menjuarai Piala AFF U-22 ikut menghadirkan suasan ceria di kediaman Osvaldo Haay yang terletak di di kompleks Hamadi Lapangan, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua.

    Saat disambangi, Rabu, Edison Sebastian Haay, ayah Osvaldo yang berusia 55 tahun, Suzana Boanitawati, ibunya yang berusia 42, serta dua saudaranya Jefry Haay dan Jeremiah Denilson Haay menyambut dengan ramah.

    Baca: 8 Fakta Menarik Tentang Timnas U-22 Menjuarai Piala AFF U-22

    "Jangan sombong tetap merendahkan diri," begitu pesan dari Edison Sebastian buat anaknya yang sedang menjadi perbincangan hangat berkat golnya pada menit 64 lewat tandukan memanfaatkan tendangan bebas rekannya Muhammad Lutfi Kamal Baharsyah.

    Ia melanjutkan, "Sebagai orang tua, saya sangat bangga Osvaldo bisa menjadi penentu kemenangan bagi Timnas U22 hingga pada akhirnya gol yang dicetaknya bisa meraih juara, yang membanggakan masyarakat Papua dan Indonesia."

    Edi--sapaan Edison-- mengatakan bahwa keberhasilan anaknya Osvaldo Haay dalam mencetak gol tidak lepas dari dukungan rekan-rekan dalam tim dan peran para pelatih yang jeli dalam menerapkan strategi menghadapi lawan.

    Baca: Timnas U-22 Juara: Ini Kata Indra, Osvaldo, Sani Rizki, Marinus

    "Osvaldo bisa cetak gol tentunya berkat rekan-rekan dalam timnya dan jajaran pelatih. Saya selalu ingatkan kepadanya untuk tidak jumawa dan selalu membawa diri yang baik dalam bergaul," ujarnya.

    Edi mengaku bahwa kepiawaian Osvaldo dalam bermain bola, tak lepas dari hobinya yang juga dulunya pesepak bola. "Saya juga pernah bermain bola di Tunas Musa Hamadi, lalu ke Persema Malang, Unbraw dan beberapa klub sepak bola di Jawa Timur pada tahun 1980-an hingga bertemu Suzana yang menjadi pendamping hidup," kata Edi.

    Senada itu, Suzana mengaku bangga anaknya bisa memberikan kontribusi yang positif dalam timnas U-22. "Osvaldo itu memiliki kemauan yang keras namun penurut. Dia terbiasa dengan bola sejak usia dini. Bergabung dengan SSB Tunas Muda Hamadi sejak SD dan pernah ikuti Danone Cup dan tim Pra-PON Papua 2016," katanya.

    Baca: Timnas Juara Piala AFF U-22, Indra Sjafri Setara dengan Bertje

    Karier profesional Osvaldo, ungkap wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu tak lepas dari peran pelatih Osvaldo Lessa dan Lidyo Nindyo serta petinggi klub Persipura Jayapura.

    "Pertama kali anak saya main bola diajak oleh pelatih Osvaldo Lessa, hari pertama dia datang ke Mandala tidak jadi berlatih karena malu dan memilih pulang. Nanti di hari kedua baru dia berlatih setelah diajak dan dipanggil Lidyo Nidyo dari tribun lapangan," ungkapnya.

    Sementara itu, Jefry Haay kakak kedua Osvaldo Haay mengaku bangga memiliki adik yang mengikuti jejaknya dan ayah mereka sebagai pemain bola. "Tentunya bangga. Saya berharap Osvaldo tetap rendah diri dan selalu menjadi dirinya," katanya.

    Jefry pernah tercatat sebagai pesepak bola Persidafon Dadonsoro, Perseru Serui, dan Barito Putera mengaku Osvaldo kini menjadi idola anak-anak Papua.

    nada kebanggaan juga disampaikan tetangga Osvaldo Haay. "Osvaldo anaknya baik dan pandai bergaul, tidak sombong. Selalu membantu teman, " kata Ince Warinusa, salah satu tetangganya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.