PBSI Putuskan Pelatih Tunggal Putri Usai All England

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti. (badmintonindonesia.org)

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kursi pelatih utama tunggal putri yang masih kosong nampaknya tidak lama lagi akan segera terisi. Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyatakan sudah ada kandidat yang masuk dalam radar pelatih pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Cipayung, Jakarta.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti menyatakan ada beberapa kandidat yang sedang dibahas oleh pengurus. Ia tak menutupi sosok Reony Mainaky ada dalam daftar yang diincar PBSI. "Ada beberapa (kandidat), tapi belum diputuskan," ucap Susy saat dihubungi, Jumat, 1 Maret 2019.

    Pekan lalu, Reony Mainaky diberitakan mundur sebagai pelatih ganda putra Jepang. Setelah melatih selama sekitar delapan tahun di Jepang, Reony disebut-sebut kembali ke Indonesia. Kembalinya Reony ke Indonesia lantas dikaitkan dengan masih kosongnya satu kursi pelatih, yakni tunggal putri, di Pelatnas PBSI.

    Ihwal kepastian sosok yang menjadi pelatih utama tunggal putri, Susy menuturkan, PBSI akan mengumumkannya usai turnamen All England. Menurut Susy, pulangnya Reony ke Indonesia merupakan keputusan dari saudara kandung Rexy dan Richard Mainaky itu sendiri. "Setelah All England kami akan fokus isi kekosongan pelatih satu lagi," ucapnya. Saat ini posisi pelatih tunggal putri diisi oleh Minarti Timur.

    Sektor tunggal putri Indonesia saat ini belum bisa unjuk gigi di level elit. Sejak era Susy Susanti dan Mia Audina prestasi tunggal putri belum memuaskan dan tidak konsisten.

    Saat ini persaingan bulu tangkis tunggal putri di tingkat dunia terbilang merata. Tidak ada satu negara pun yang mendominasi. Sepuluh peringkat teratas diisi oleh Taiwan, Jepang, Spanyol, Cina, India, Thailand, dan Korea Selatan. Sementara Indonesia berada di posisi 15 dunia atas nama Gregoria Mariska.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.