Peluang di Ganda Putra, PBSI Incar Empat Gelar di All England

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Marcus Fernaldi Gideon (kanan) terjatuh setelah berusaha mengembalikan kok disaksikan rekannya Kevin Sanjaya Sukamuljo saat berhadapan dengan Mohammad Ahsan - Hendra Setiawan dalam babak Final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pebulu tangkis Marcus Fernaldi Gideon (kanan) terjatuh setelah berusaha mengembalikan kok disaksikan rekannya Kevin Sanjaya Sukamuljo saat berhadapan dengan Mohammad Ahsan - Hendra Setiawan dalam babak Final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen bulu tangkis bergengsi All England 2019 akan bergulir pekan depan. Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengirimkan 17 wakil dalam kejuaraan yang digelar di Arena Birmingham, Inggris, 6 sampai 10 Maret 2019.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, mengatakan, All England merupakan salah satu turnamen penting dan menjadi target utama merebut gelar juara. Tak tanggung-tanggung, ia ingin tim Indonesia bisa membawa pulang empat gelar. "All England turnamen bergengsi dan jadi target utama dengan empat gelar," ucapnya saat dihubungi, Jumat, 1 Maret 2019.

    Susy menyadari bila peluang terbesar meraih gelar juara datang dari ganda putra. Pasalnya, Indonesia mempunyai beberapa pasangan ganda putra yang bisa diandalkan selain Kevin Sanjaya/Marcus Gideon. "Seperti tahun lalu, semoga kami bisa dapat gelar (di ganda putra)," kata dia.

    Meski demikian, di luar nomor andalan Susy berharap sektor lainnya bisa memberikan kejutan. Dua nomor yang menjadi sorotan peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu ialah tunggal putra dan ganda putri. Menurut dia, tunggal putra dan ganda putri punya peluang membawa pulang gelar. "Harapannya ada kejutan. Sudah 25 tahun kosong gelar di nomor tunggal," ucap Susy.

    Dalam dua tahun terakhir, nomor ganda masih menjadi andalan Indonesia merebut gelar juara. Ganda putra Kevin/Marcus tercatat sudah dua kali keluar sebagai juara All England dalam dua tahun belakangan ini. Sedangkan di nomor tunggal, gelar juara terakhir All England direbut pada 1994. Saat itu, tunggal putra Hariyanto Arbi dan tunggal putri Susy Susanti berhasil jadi juara.

    Sementara puasa gelar dari ganda putri lebih lama lagi. Tercatat, gelar juara All England dari ganda putri Indonesia dipersembahkan oleh pasangan Verawaty/Imelda Wiguna pada 1979.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.