All England 2019, PBSI Targetkan Empat Gelar

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prestasi pebulu tangkis ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo meraih 8 gelar juara sepanjang 2018. Pasangan ganda putra berjuluk The Minions itu mampu mempertahankan gelar juara All England. Selain itu keduanya menjadi juara dalam beberapa turnamen kelas super series premium, serta Asian Games 2018. Bahkan, Kejuaraan Dunia BWF memberi mereka penghargaan sebagai Pebulu Tangkis Putra Terbaik 2018. TEMPO/Amston Probel

    Prestasi pebulu tangkis ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo meraih 8 gelar juara sepanjang 2018. Pasangan ganda putra berjuluk The Minions itu mampu mempertahankan gelar juara All England. Selain itu keduanya menjadi juara dalam beberapa turnamen kelas super series premium, serta Asian Games 2018. Bahkan, Kejuaraan Dunia BWF memberi mereka penghargaan sebagai Pebulu Tangkis Putra Terbaik 2018. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen bulu tangkis bergengsi All England 2019 akan bergulir pekan depan. Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengirimkan 17 wakil dalam kejuaraan yang digelar di Arena Birmingham, Inggris, 6 sampai 10 Maret 2019.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti mengatakan, All England merupakan salah satu turnamen penting dan menjadi target utama merebut gelar juara. Tak tanggung-tanggung, ia ingin tim Indonesia bisa membawa pulang empat gelar. "All England turnamen bergengsi dan jadi target utama dengan empat gelar," ucapnya saat dihubungi, Jumat, 1 Maret 2019.

    Susy menyadari bila peluang terbesar meraih gelar juara datang dari ganda putra. Pasalnya, Indonesia mempunyai beberapa pasangan ganda putra yang bisa diandalkan selain Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.

    "Seperti tahun lalu, semoga kami bisa dapat gelar (di ganda putra)," kata dia.

    Meski demikian, di luar nomor andalan Susy berharap sektor lainnya bisa memberikan kejutan. Dua nomor yang menjadi sorotan peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu ialah tunggal putra dan ganda putri. Menurut dia, tunggal putra dan ganda putri punya peluang membawa pulang gelar.

    "Harapannya ada kejutan. Sudah 25 tahun kosong gelar di nomor tunggal," ucap Susy.

    Dalam dua tahun terakhir, nomor ganda masih menjadi andalan Indonesia merebut gelar juara. Ganda putra Kevin/Marcus tercatat sudah dua kali keluar sebagai juara All England dalam dua tahun belakangan ini. 

    Di nomor ganda campuran Indonesia terakhir merebut gelar juara lewat pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto pada 2016 lalu.

    Sedangkan di nomor tunggal, gelar juara terakhir All England direbut pada 1994. Saat itu, tunggal putra Hariyanto Arbi dan tunggal putri Susy Susanti berhasil jadi juara.

    Sementara puasa gelar dari ganda putri lebih lama lagi. Tercatat, gelar juara All England dari ganda putri Indonesia dipersembahkan oleh pasangan Verawaty/Imelda Wiguna pada 1979.

    Ajang All England tahun ini akan digelar mulai pekan depan, tepatnya pada Rabu 6 Maret 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.