5 Fakta Tatiana Calderon, Pembalap Wanita Penguji Mobil Formula 1

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tatiana Calderon menjadi test driver Alfa Romeo (tatianacalderon.com)

    Tatiana Calderon menjadi test driver Alfa Romeo (tatianacalderon.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap wanita asal Kolombia Tatiana Calderon akan berkiprah di Formula 1 2019 sebagai test driver atau pembalap penguji Tim Alfa Romeo. Perannya itu diumumkan Alfa Romeo, Jumat.

    "Tim kami terkesan oleh komitmen, kegigihan, ketrampilan Tatiana. Dia menunjukkan performa bagus ketika dia diberi kesempatan untuk mengendarai mobil Formula 1 untuk pertama kalinya musim lalu dan telah membuktikan bahwa dia adalah anggota penting bagi tim kami," kata kepala tim Alfa Romeo Fred Vasseur seperti dikutip laman resmi Formula1.com pada Jumat malam.

    Calderon merasa terhormat bisa mendapatkan kepercayaan dari Alfa Romeo tersebut. "Mereka memberi saya kesempatan pertama untuk mengendarai mobil Formula 1 dan saya senang menjadi bagian dari tim. Semoga kami bisa mencapai hal-hal yang hebat bersama ke depannya," kata dia.

    Siapakah Calderon? Inilah fakta tentang dia:

    1. Ia lahir di Bogota, Kolombia, pada 10 Maret 1993 sehingga kini berusia 25 tahun. Ia lahir dari keluarga penjual atau diler mobil. Ayahnya, Alberto Calderón Palau, adalah sepupu dari mantan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos.

    2. Lintasan kariernya terbilang mengesankan. Ia dan memulai bermain go-karts sejak usia 9 tahun dan 2005 ia mampu menjuarai EasyKart National Championship. Pada usia 17 tahun ia beralih ke balap mobil bersama Star Mazda Championship, dan sempat dua kali naik podium pada 2011. Ia jadi juara Florida Winter Series 2014 dan runner-up MRF Challenge Formula 2000 Championship 2016.

    Selanjutnya: Rekor demi rekor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.