Hadapi Lawan Berat di All England, Gregoria dan Fitriani Siap

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengembalikan kok kearah lawannya pebulutangkis Jepang Aya Ohori dalam babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, 23 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pebulutangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengembalikan kok kearah lawannya pebulutangkis Jepang Aya Ohori dalam babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, 23 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih sektor tunggal putri pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Minarti Timur memastikan dua atletnya siap mengikuti turnamen All England 2019 yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris, Rabu (6 Maret) hingga Minggu (10 Maret).

    "Kondisi Gregoria baik-baik saja dan tidak ada masalah di pinggangnya. Kemarin di Jerman dia kalah karena ketemu sesama pemain Indonesia yang sudah saling tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing," kata Minarti, Senin dini hari.

    Minarti mengatakan Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani telah siap dengan maksimal untuk mengikuti turnamen-turnamen di Eropa yaitu Spanyol Masters 2019 bagi Fitriani, serta Jerman Terbuka dan All England 2019 bagi Gregoria dan Fitriani.

    Gregoria kalah dari sesama pemain pelatnas PBSI Ruselli Hartawan pada laga pertama Jerman Terbuka 2019 21-16, 16-21, 16-21. Catatan pertemuan kedua pemain putri Indonesia itu pun menjadi imbang 2-2.

    Sementara, langkah Fitriani terhenti pada laga kedua Jerman Terbuka dari pemain Jepang Sayaka Takahashi. Fitri kalah dalam tiga gim 21-12, 20-22, 18-21. "Memang hasil yang mereka capai di Jerman belum memuaskan. Tapi, mereka sudah berusaha. Pada poin-poin terakhir, mereka bermain terburu-buru dan kurang tenang untuk menyelesaikan permainan," kata Minarti.

    Pada turnamen All England 2019, Fitriani akan menantang atlet unggulan enam asal Cina He Bingjiao. Pertemuan dalam turnamen tingkat Super 1000 itu menjadi laga ke-empat Fitriani menghadapi He yang menempati peringkat tujuh dunia. Fitriani terakhir kalah dari He dalam turnamen Malaysia Masters 2019 dengan skor 14-21, 11-21.

    Sementara itu, Gregoria akan menantang pemain unggulan dua asal Jepang Nozomi Okuhara pada laga pertama All England 2019. Atlet asal klub Mutiara Cardinal Bandung itu tercatat dua kali kalah dari Nozomi. Kedua pemain terakhir kali berhadapan pada turnamen China Terbuka 2018 dengan hasil 21-15, 19-21, 21-12 bagi Nozomi.

    Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan Fitriani ataupun Gregoria memang harus menghadapi pemain-pemain unggulan dari negara lain agar mereka dapat tembus peringkat delapan besar dunia dan lolos kualifikasi Olimpiade.

    "Siapapun harus mereka hadapi karena tujuan kami bukan hanya dalam All England saja melainkan juga lolos Olimpiade. Mereka tidak perlu khawatir menantang pemain-pemain peringkat atas," kata Susy.

    Susy menambahkan pemain-pemain peringkat atas dunia justru seringkali punya beban untuk mempertahankan posisi mereka ketika menghadapi pemain-pemain non-unggulan seperti Fitriani. "Orang lain akan menyangka pemain kami sudah kalah di atas kertas. Tapi, saya sudah berpesan kepada para pemain agar tetap berjuang. Posisi bukan unggulan itu justru menguntungkan mereka karena bermain tanpa beban," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.