Special Olympics: Indonesia Kirim 68 Atlet di 11 Cabang Olahraga

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para atlet disabilitas penyandang tunagrahita asal Indonesia menunjukan mendali emas yang diperoleh pada kejuaraan Special Olympics World Games (SWOG) 2015 di Los Angeles, ketika tiba di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, 4 Agustus 2015. Pada ajang yang dikuti 177 negara tersebut, Indonesia meraih 19 emas, 12 perak dan 5 perunggu. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Para atlet disabilitas penyandang tunagrahita asal Indonesia menunjukan mendali emas yang diperoleh pada kejuaraan Special Olympics World Games (SWOG) 2015 di Los Angeles, ketika tiba di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, 4 Agustus 2015. Pada ajang yang dikuti 177 negara tersebut, Indonesia meraih 19 emas, 12 perak dan 5 perunggu. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontingen Indonesia untuk Special Olympics World Summer Games 2019 berangkat menuju Abu Dhabi, Kamis (7/3) malam. Mereka dilepas oleh Deputi III Kemenpora, Raden Isnanta, di Bandara Soekarno-Hatta, yang mewakili Menpora Imam Nahrawi.

    Ini bukan pertama kalinya Special Olympics Indonesia mengirimkan kontingen ke pesta olahraga khusus atlet dengan disabilitas intelektual. SOIna sudah mengirimkan kontingen sejak tahun 2003, saat Special Olympics World Summer Games di Dublin, Irlandia.

    Kontingen Indonesia terdiri dari 68 atlet (54 atlet Special Olympics dan 14 unified partner), 20 pelatih, dan Sembilan ofisial. Kontingen ini dipimpin oleh Head of Delegation Ferry Yuniarto Kono dan Assistant Head of Delegation, Fanny Riawan dan Mustara Musa.

    Indonesia akan turun di 11 cabang olahraga, yaitu atletik, bulutangkis, bocce, futsal, bowling, handball, renang, sepakbola, tenis meja, bola voli, dan bola basket. 68 atlet ini akan turun di 31 nomor kompetisi, yang akan berlangsung di Abu Dhabi dan Dubai.

    Abu Dhabi akan menjadi tuan rumah untuk 22 cabang olahraga, sementara dua cabang olahraga akan digelar di Dubai. Abu Dhabi National Exhibition Center akan menjadi venue yang paling banyak menggelar kompetisi karena akan menjadi tuan rumah untuk 11 cabang olahraga.

    Upacara pembukaan akan berlangsung di Zayed Sports City Stadium, pada 14 Maret, sementara upacara penutupan digelar di tempat yang sama pada 21 Maret.

    Sebelum berkompetisi, seluruh negara peserta, termasuk Indonesia, akan berpartisipasi dalam program Host Town. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang disabilitas intelektual dan mempromosikan semangat Special Olympics. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan para atlet dengan lingkungan baru yang akan ditinggali selama lebih dari satu pekan.

    Di Special Olympics World Summer Games 2015 di Los Angeles, Indonesia mendapatkan 15 medali emas. Tapi, medali bukanlah satu-satunya ukuran kesuksesan sebuah tim di Special Olympics World Games, karena partisipasi menjadi menjadi hal utama dalam Special Olympics dan penghargaan diberikan kepada semua atlet yang berpartisipasi.

    Berpartisipasi dalam kegiatan ini juga bisa meningkatkan rasa percaya diri pada penyandang disabilitas intelektual.

    “Mereka juga Warga Negara Indonesia, sama seperti warga negara yang lain, dan mereka punya kesempatan yang sama untuk membela nama Indonesia. Special Olympics World Games ini bisa menjadi media untuk membawa aspirasi mereka membela nama Indonesia lewat olahraga,” kata Wakil Ketua Delegasi bidang teknis, Mustara Musa.

    Special Olympics World Summer Games 2019 berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 14-21 Maret. Gelaran ini akan diikuti oleh 190 negara, 7.500 atlet, 3.000 atlet, dan sekitar 20.000 relawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.