Rematch Khabib Nurmagomedov vs Conor McGregor Jadi Prioritas UFC

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khabib Nurmagomedov (sarung tangan merah) saat bertarung dengan Conor McGregor (blue gloves) dalam laga UFC 229 di T-Mobile Arena, 7 Oktober 2018. Reuters/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports

    Khabib Nurmagomedov (sarung tangan merah) saat bertarung dengan Conor McGregor (blue gloves) dalam laga UFC 229 di T-Mobile Arena, 7 Oktober 2018. Reuters/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga ulang antara Khabib Nurmagomedov vs Conor McGregor masih menjadi prioritas bagi UFC, meskipun  hingga saat ini belum ada kesepakatan antara kedua petarung dengan promotor MMA itu.

    Penegasan soal prioritas laga Nurmagomedov vs McGregor kembali dinyatakan Presiden UFC, Dana White menanggapi selentingan soal laga McGregor melawan petarung asal Amerika Serikat, Donald Cerrone.

    Baca: Kasus Serangan Conor McGregor Ke Bus Khabib Nurmagomedov Selesai

    “Selentingan soal Conor vs Donald memang sudah saya dengar, namun saya tegaskan bahwa kami tidak mau bertanggung jawab jika rencana itu dilaksanakan. Saya sedang memikirkan lawan yang lebih cocok untuk Donald,” ujar White, pekan lalu.

    “Sejujurnya, satu-satunya petarungan yang diingini Conor adalah laga ulang melawan Khabib. Jadi biarkan kami fokus untuk menata pertarungan ulang itu,” imbuh White.

    Baca: Ayah Khabib Nurmagomedov Jadi Staf Khusus Kepala Negara Dagestan

    Nurmagomedov dan McGregor saat ini sedang menyelesaikan hukuman, berupa sanksi tidakl boleh bertarung di ajang UFC setelah terlibat perkelahian pasca pertarungan mereka 6 Oktober 2018. McGregor dihukum 6 bulan tak boleh tampil, sementara Nurmagomedov 9 bulan.

    Khabib Nurmagomedov menang cekikan di ronde 4 atas Conor McGregor, saat mereka bertarung dalam UFC 229 di Las Vegas 6 Oktober tahun lalu.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.