Cedera Betis, Hendra Setiawan Nekad Ikut Swiss Terbuka 2019

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan saat menghadapi Aaron Chia/Wooi Yik Soh dalam final ganda putra All England di Birmingham, Inggris, Ahad, 10 Maret 2019. Sebelumnya, pasangan yang akrab disapa The Daddies itu pernah menjuarai All England pada 2014. Reuters/Andrew Boyers

    Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan saat menghadapi Aaron Chia/Wooi Yik Soh dalam final ganda putra All England di Birmingham, Inggris, Ahad, 10 Maret 2019. Sebelumnya, pasangan yang akrab disapa The Daddies itu pernah menjuarai All England pada 2014. Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Ganda putra juara All England 2019 Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan memastikan lanjut bertanding dalam turnamen Swiss Terbuka 2019 meskipun Hendra belum pulih penuh dari cederanya betis kanan.

    "Masih tetap ke Swiss sampai sekarang. Kami akan lihat nanti kondisi terakhir. Semoga kondisi saya sudah lebih baik pada lusa," ujar Hendra kepada Antara, Senin 11 Maret 2019.

    Ganda putra Hendra/Ahsan yang meraih gelar juara All England pada 2014 dan 2019 akan turun dalam turnamen Swiss Terbuka 2019 yang akan digelar di Basel pada 12-17 Maret 2019.

    Pasangan atlet peraih medali emas Asian Games 2014 itu akan melawan wakil Denmark Mathisa Bay-Smidt/Lasse Molhede pada pertandingan putaran pertama turnamen tingkat Super 300 itu.

    Baca: Dua Kali Juarai All England, Begini Kata Pasangan Hendra - Ahsan

    Hendra mengalami cedera betis kanan akibat salah tumpuan setelah melakukan lompatan smes pada laga semifinal All England 2019, Sabtu 9 Maret 2019.

    "Masih sedikit (sakit) sih," kata atlet berusia 34 tahun itu. Tapi, Hendra memastikan masih bisa bertanding dan akan tetap turun di Swiss. "Iya (di Swiss) coba main dulu yang pasti," ujar pebulu tangksi asal Jaya Raya itu.

    Selain Hendra/Ahsan, Indonesia juga akan menurunkan tiga pasangan lain ganda putra pada turnamen berhadiah total 150 ribu dolar AS itu. Mereka adalah ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.