UEFA Selidiki Neymar Akibat Komentar Keras di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manchester United vs Paris Saint-Germain. Pemain Manchester United, Marcus Rashford (kiri) ; Pemain PSG, Neymar.

    Manchester United vs Paris Saint-Germain. Pemain Manchester United, Marcus Rashford (kiri) ; Pemain PSG, Neymar.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan sepak bola Eropa, UEFA, melakukan penyelidikan terhadap Neymar yang dianggap menyampaikan komentar kasar melalui jejaring media sosial. Komentar itu disampaikan menyusul kekalahan Paris Saint-Germain atas Manchester United mengakibatkan PSG terlempar dari Liga Champions.

    Neymar kesal saat wasit pertandingan memberikan hadiah penalti kepada Manchester United. Menurut pandangan lelaki penuh tato di tubuhnya itu, penalti itu seharus tidak ada.

    "Seharusnya tidak ada penalti. Bagaimana disebut handball ketika itu bola mengenai punggung. Persetan!" tulis Neymar melalui akun Instagram.

    Hadiah penalti yang diberikan wasit dilaksanakan sempurna oleh Marcus Rashford setelah pengadil lapangan hijau melihat bek belakang PSG, Presnel Kimpembe, menyentuh bola di kotak terlarang.

    "Ini memalukan, mereka menempatkan empat orang yang tidak tahu apa-apa tentang sepak bola sebagaimana tampak di putar ulang rekaman VAR," tulisnya.

    Pada laga panas tersebut, seperti dilansir oleh situs Live Score, pemain bintang Brasil itu tidak turun ke lapangan saat timnya digulung Setan Merah 3-1. Dia menyaksikan dengan cara berdiri di tribun penonton Stadion Parc des Princes, Prancis.

    "Akibat kekalahan di babak 16 besar tersebut, PSG tidak bisa maju ke babak perempat final."

    Mengenai kabar penyelidikan terhadap Neymar dibenarkan oleh UEFA. Badan sepak bola ini menunjuk seorang inspektorat untuk menyelidiki perbuatan penyerang andal PSG pada Rabu 13 Maret 2019.

    Keputusan UEFA tersebut ditentang pelatih PSG, Thomas Tuchel, seraya memberikan pembelaan kepada Neymar dengan mengatakan, "Kadang-kadang usai pertandingan besar, Anda menggunakan kata-kata dan reaksi secara emosional. Dia ingin bersama kami di perempat final."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?