Panitia Siapkan 5.000 Tiket di Final Piala Presiden Esports

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi eSports. (esportsobserver.com)

    Ilustrasi eSports. (esportsobserver.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen Piala Presiden Esports sudah memasuki babak final. Sebanyak 16 finalis yang terdiri dari delapan tim dari kualifikasi nasional dan delapan tim dari kualifikasi regional akan saling mengalahkan di final pada 30-31 Maret 2019 di Istora Senayan, Jakarta.

    Ketua Penyelenggara Piala Presiden Esports 2019 Giring Ganesha mengatakan sudah menyiapkan tiket nonton bagi yang ingin melihat langsung. "Kami menyiapkan sekitar 5.000 tiket setiap hari," ucap Giring kepada Tempo, Kamis, 14 Maret 2019.

    Penjualan tiket dilakukan secara daring atau online lewat situs tiket.com. Tiket final di hari pertama dibanderol seharga Rp 20.000 per orang. Sedangkan pada hari kedua sebesar Rp 30.000 per orang. Namun bila ingin membeli tiket terusan untuk dua hari harga yang dijual mencapai Rp 40.000 per orang.

    Melihat 16 finalis yang lolos ke partai puncak, Giring menilai, peta persaingannya bakal berjalan sengit. Ia memprediksi tim seperti PSG RRQ dan Alter Ego masih jadi unggulan.

    Namun ada satu tim yang perlu mendapat perhatian, yakni Cupu asal Pontianak. Giring cukup terkejut dengan penampilan Cupu di babak final kualifikasi regional saat melawan tim SFI Critical. "Dari tim nobody bisa melaju (ke final di Jakarta)," ucapnya.

    Lebih lanjut, di babak final nanti panitia belum melakukan undian tim mana yang akan saling berhadapan di final Piala Presiden eSports nanti. Giring menyatakan kemungkinan undian akan dilakukan secara acak. Dengan kata lain, tim hasil kualifikasi regional bisa berhadapan dengan tim kualifikasi nasional. "Kami ingin memperlakukan semua tim sama," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.