Jose Mourinho Puji Zidane Kembali ke Real Madrid

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zinedine Zidane (kanan) dan Jose Mourinho. REUTERS/ Robert Pratta

    Zinedine Zidane (kanan) dan Jose Mourinho. REUTERS/ Robert Pratta

    TEMPO.CO, Jakarta - Jose Mourinho memuji sikap Zidenine Zidane bersedia menangani kembali Real Madrid, klub kebanggaan warga ibu kota Spanyol.

    Pria yang pernah mendapatkan julukan Special One itu menjelaskan bahwa reuni Zidane dengan tim bermarkas di Santiago Bernabeu adalah sebuah kesempurnaan. Demikian laporan situs Live Score, Kamis 14 Maret 2019.

    Baca: Real Madrid Pecat Solari, Tunjuk Kembali Zinedine Zidane

    Sebelum manajemen Real Madrid mengikat kontrak Zidane, Mourinho yang pernah menangani Los Blancos pada 2010-2013, dikaitkan dengan isu akan berlabuh kembali ke Santiago Bernabeu menggantikan Santiago Solari yang dipecat setelah klub tersebut tersingkir dari ajang Liga Champions di kaki Ajax Amsterdam.

    Sementara itu bekas pimpinan klub, Ramo Calderon, mengungkapkan kepada Love Sport Radio bahwa Presiden Florentino Perez lebih suka memilih Mourinho. Namun ada tekanan kuat dari para pembesar Real Madrid, termasuk kapten Sergio Ramos, agar klub menunjuk Zidane sebagai pelatih.

    Baca: Zinedine Zidane: Saya Bahagia Kembali ke Real Madrid

    Pelatih asal Portugal yang dipecat Manchester United pada Desember 2018 itu justru memberikan dukungan kepada Zidane, pria Prancis, sekaligus untuk menunjukkan bahwa dirinya orang baik.

    Zidane pernah menangani Real Madrid selama 28 bulan antara Januari 2016 hingga Mei 2018. Selama menjadi manajer klub tersebut, Zidane mempersembahkan tiga gelar juara Liga Champions, sekali La Liga, Super Cup Spanyol, dua kali Super Cup UEFA, dan dua kali juara antarklub dunia FIFA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.