Jadwal Formula 1 2019: Kubica Fokus Menjelang Debut Kedua

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil balap Williams F1 yang baru, FW42 bersama duet pembalap Robert Kubica dan George Russel. (Formula1.com)

    Mobil balap Williams F1 yang baru, FW42 bersama duet pembalap Robert Kubica dan George Russel. (Formula1.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah absen selama delapan tahun karena cedera, Robert Kubica siap masuk kokpit untuk kembali membalap di Formula 1. Ia akan beraksi mulai seri perdana yang digelar di Melbourne, Australia, mulai Jumat ini, 15 Maret 2019.

    Menjelang seri perdana, pembalap asal Polandia itu tampak disibukkan dengan sejumlah masalah di mobil balap Williams yang akan dia kendarai di balapan F1 musim ini.

    Persiapan Williams berantakan. Mereka gagal mempersiapkan mobil tepat waktu untuk turun di tes pramusim di Barcelona seusai ditinggalkan direktur teknis Paddy Lowe. Mobil Williams FW42, yang baru turun di hari ketiga tes pramusim, tampat paling lambat di antara mobil yang lain.

    Kembalinya Kubica, delapan tahun setelah mengalami kecelakaan reli, sebenarnya menjadi kesempatan langka dan kisah bagus untuk Williams, yang tahun lalu menjalani musim paling buruk dengan finis di posisi buncit klasemen konstruktor.

    Namun, pembalap berusia 34 tahun itu mengaku tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal yang tidak perlu.

    "Aku benar-benar fokus di pekerjaanku, fokus di hal-hal yang harus dilakukan, mencoba untuk belajar sebanyak mungkin yang aku bisa dengan F1 yang baru sejak terakhir kali aku membalap di sini," kata Kubica di Albert Park, Melbourne, seperti dikutip Reuters, Kamis.

    "Kami tidak memiliki start yang sempurna ketika tes musim dingin, jadi ada banyak hal yang harus dicek," kata Kubica.

    Pembalap F1 pertama dari Polandia itu sebelumnya pernah tampil di F1 pada 2005-2010 dan sekali menjuarai balapan F1 pada GP Kanada 2008 ketika membalap untuk tim BMW Sauber.

    Usai menjalani operasi ekstensif, pada 2012 Kubica kembali ke dunia balap pada 2012 dan menikmati sejumlah kesuksesan di kejuaraan reli dunia WRC sebelum turun di F1 sebagai pembalap cadangan Williams tahun lalu.

    Para penggemarnya mengibarkan spanduk lebar bagi pembalap Polandia itu ketika peluncuran F1 musim 2019 di Albert Park, Rabu, dan pembalap Australia Daniel Ricciardo memimpin sesi penghormatan kepada Kubica ketika jumpa pers pra-balapan pada Kamis.

    "Robert menyebutkan dia menjalani istirahat musim dingin yang panjang. Aku kira kita semua tidak tahu sejauh apa upaya yang dia tempuh untuk bisa kembali ke sini," kata pembalap Renault itu.

    "Jadi aku kira sangat luar biasa melihat dia kembali... itu adalah pembuktian dari karakternya," kata Ricciardo yang disambut tepuk tangan dari pembalap lain seperti Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel.

    Formula 1 telah memperkenalkan aturan baru yang memberikan satu poin tambahan bagi pembalap dengan waktu putaran tercepat dengan catatan dia finis 10 besar.

    Namun Kubica tak menggubrisnya dengan mengatakan itu tidak akan banyak membantu Williams. "Ini adalah masa yang sulit tapi kami harus meyakinkan bahwa kami melakukan semua yang kami bisa di situasi sekarang," kata Kubica.

    "Tidak ada untungnya membuang energi dan waktu memikirkan masa-masa sulit itu... kami harus menjamin kami memaksimalkan kesempatan yang kami miliki," kata Kubica.

    Balapan pembuka F1 2019 di Sirkuit Melbourne Grand Prix, Albert Park, Melbourne, akan digelar pada Minggu (17 Maret) pukul 12:10 WIB. Sesi latihan bebas dan kualifikasi akan berlangsung Jumat dan Sabtu.

    Jadwal Formula 1 GP Australia

    Jumat, 15 Maret 2019
    Latihan bebas 1: 08.00 - 09.30 WIB
    Latihan bebas 2: 12.00 - 13.30 WIB

    Sabtu, 16 Maret 2019
    Latihan bebas 3: 10.00 - 11.00 WIB
    Kualifikasi : 13.00 - 14.00 WIB

    Minggu, 17 Maret 2019
    Race: 12.10 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.