Swiss Terbuka: Hadapi Shi Yuqi di Semifinal, Ini Peluang Ginting

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok kearah lawannya pebulutangkis India Parupalli Kashyap dalam babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, 23 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pebulutangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok kearah lawannya pebulutangkis India Parupalli Kashyap dalam babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, 23 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berhasil bangkit dari kekalahan di game pertama dan lolos ke semifinal turnamen Yonex Swiss Terbuka 2019 dengan mengalahkan pemain Cina Lin Dan dengan skor 14-21, 21-8, dan 21-11.

    "Pada game pertama, stamina lawan masih full dan pergerakan kakinya cepat, dia mengontrol reli di lapangan. Sedangkan saya mainnya kurang sabar dan mau cepat-cepat mematikan lawan," kata Ginting melansir laporan badmintonindonesia.org, Sabtu.

    Di game pertama, pemain asal Cimahi ini mengakui bahwa ia bermain terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

    "Di game kedua dan ketiga, saya bermain lebih sabar dan meladeni reli-reli dia. Kalau ada kesempatan baru saya menyerang. Saya merasa pergerakan kaki stroke dan staminanya enak," katanya menambahkan.

    Di babak semifinal Ginting akan menghadapi Shi Yuqi, dengan catatan pertemuan sementara 0-5, angka keunggulan bagi Shi.

    "Shi lebih muda dari Lin Dan, pergerakannya lebih cepat. Menghadapi dia harus lebih sabar dan jangan buru-buru saat mau menyerang," kata Anthony Sinisuka Ginting menjelaskan pola permainan calon lawannya itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?