Bikin Yayasan, Chris John Ingin Lahirkan Petinju Kelas Dunia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan juara tinju dunia kelas bulu WBA, Chris John. (TEMPO/Aditya Budiman)

    Mantan juara tinju dunia kelas bulu WBA, Chris John. (TEMPO/Aditya Budiman)

    TEMPO.CO, Jakarta - Didorong semangat mengembangkan olahraga tinju tanah air dan demi lahirnya juara-juara dunia baru asal Indonesia, mantan petinju nasional Chris John, melakukan gebrakan dengan mendirikan Chris John Foundation.

    Petinju yang semasa aktif memiliki julukan The Dragon ini melihat perkembangan tinju nasional saat ini sangat minim prestasi di kancah internasional.

    Chris John mengungkapkan, setelah era Ellyas Pical hingga Daud Jordan, Indonesia tidak lagi mempunyai juara dunia tinju baru yang bisa membuat bangga serta menginspirasi anak-anak Indonesia.

    "Bukan hanya tidak mempunyai juara dunia baru, tapi olahraga yang merakyat dan menjadi tontonan semua kalangan ini, sekarang benar-benar terpuruk," ujar Chris John dalam keterangan resminya, Jumat.

    "Banyak atlet tinju profesional beralih profesi dan meninggalkan dunia tinju karena mereka tidak mempunyai masa depan yang pasti," tambah Chris John.

    Melihat kondisi ini, pada 17 April 2017 yang lalu, Chris John mendirikan sebuah yayasan yang bernama Chris John Foundation (CJF) yang bertujuan mencari, mendidik, membina dan melahirkan juara-juara dunia baru di bidang olahraga tinju.

    Lebih lanjut Chris John menjelaskan, CJF untuk saat ini sudah membuka salah satu tempat sasana berlatih di Surabaya untuk mencetak serta membina atlet-atlet muda berbakat mulai dari usia 10 hingga 15 tahun.

    Lewat CJF ini pula, Chris John akan menarik kembali pelatih, mantan pelatih, atlet tinju yang masih aktif maupun yang sudah pensiun dari arena ring tinju untuk diberdayakan kembali.

    "Salah satu obsesi saya ialah menjadikan tinju sebagai salah satu industri kreatif yang menghasilkan buat semua orang, baik berupa materi maupun prestasi," kata Chris John.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.