Duel Roger Federer Vs Rafael Nadal di Indian Wells Batal Terjadi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Petenis putra legendaris Swiss, Roger Federer, mengatakan ia berharap tidak akan kehilangan kesempatan terakhir untuk bertanding melawan Rafael Nadal, setelah petenis Spanyol itu mengundurkan diri dari jadwal pertarungan mereka pada semifinal Indian Wells, karena cedera lutut.

    Unggulan kedua Nadal menerima perawatan di lutut selama bertanding melawan Karen Khachanov pada perempat final turnmen di Amerika Serikat itu, Jumat lalu. Petenis Spanyol ini sempat menjalani latihan Sabtu waktu setempat secara singkat sebelum memutuskan mundur.

    “Ini berat buat saya untuk menerimanya dalam seluruh perjalanan karierku,” kata Nadal.  Federer kemudian menerima kabar walkover dari musuh yang sangat dihormatinya itu dan akan melawan Dominic Thiem pada final, setelah petenis Austria ini mengalahkan jagoan Kanada, Milos Raonic, 7-6 (7-3), 6-7 (3-7), 6-4.

    “Saya tentu saja sangat bersemangat untuk menjadi peserta final, tidak dengan cara seperti ini,” kata Federer, 37. “Kami memiliki begitu banyak pertarungan epik dan saya tahu tidak semua atlet bisa memainkan pertarungan besar seperti yang kami alami pada kesempatan terakhir. Apakah ini peluang kami terakhir untuk berhadapan? Saya berharap tidak,” Federer menegaskan.

    Nadal, 32, juga mundur dari turnamen seri  Masters 1000 di Miami pekan depan karena cederanya itu. Rafael Nadal dan Roger Federer sudah punya 37 gelar juara seri Grand Slam di antara mereka dan sudah tidak berhadapan lagi sejak 2017.

    Rafael Nadal memimpin rekor pertemuan dua mantan petenis nomor satu dunia ini, yaitu 23-15. Tapi, Roger Federer memenangi lima pertemuan terakhir.

    WORLD TENNIS | INDIAN WELLS ATP


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.