Pemain Tawuran di Lapangan, Birmingham dan Aston Villa Didenda FA

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jack Grealish dari Aston Villa, merayakan kemenangan timnya dalam kejuaraan Capital One Cup. Aston Villa harus berhadapan dengan Birmingham City di stadion Villa Park. Birmingham, Inggris, 22 September 2015. Getty Images

    Jack Grealish dari Aston Villa, merayakan kemenangan timnya dalam kejuaraan Capital One Cup. Aston Villa harus berhadapan dengan Birmingham City di stadion Villa Park. Birmingham, Inggris, 22 September 2015. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua klub divisi Championship Liga Inggris, Birmingham City dan Aston Villa, dikenai denda sebesar 5.000 pound sterling (sekitar Rp 94 juta) karena gagal mengendalikan para pemain mereka dalam pertandingan derby yang berlangsung sengit pada awal bulan ini, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengatakan pada Senin.

    Pemain kedua tim dituding melanggar peraturan FA nomor 20 setelah saling berkonfrontasi atas pelanggaran yang dilakukan pemain Birmingham Maikel Kieftenbeld kepada kapten Villa Jack Grealish di menit kelima.

    Baca: Klasemen Liga Inggris Pekan 31 Usai Liverpool Kalahkan Fulham 2-1

    "Birmingham City dan Aston Villa didenda 5.000 pound setelah pertandingan Championship EFL pada 10 Maret 2019," kata FA dalam sebuah pernyataannya.

    "Kedua klub menerima tuduhan dan hukuman standar karena gagal memastikan pemain mereka untuk tampil dengan tertib di saat menit kelima."

    Baca: Kesuksesan Klub Inggris di Liga Champions Merepotkan Timnas

    Seorang pendukung Birmingham juga dipenjara selama 14 minggu karena berlari ke lapangan dan kemudian mencoba memukul Grealish dalam pertandingan itu.

    Grealish, yang bisa berkelit dan tidak cedera, akhirnya mencetak gol saat Aston Villa menang 1-0 untuk melompati rival derby mereka di klasemen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.