Panitia PON Khawatirkan Pasokan Listrik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Harian Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON), Syaiful Teteng, mengkhawatirkan masalah pemadaman bergilir akibat keterbatasan pasokan listrik menjelang pelaksanaan PON XVII di Kalimantan Timur, 6-17 Juli mendatang. PB PON sebenarnya telah menyediakan genset berdaya 4,5 sampai 5 MegaWatt di stadion. "Namun, pertandingan tidak dilaksanakan di stadion saja. Kalau listrik di seluruh kota mati, itu berarti kemunduran," ujar Syaiful di sela-sela rapat anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia di Jakarta, Rabu (5/3). Direktur Utama PLN Eddie Widiono, menurut Syaiful, pernah menjanjikan untuk memberi bantuan floating genset berdaya 30 MegaWatt. Selain itu, Eddie juga pernah menjanjikan 19 mobile genset. "Sampai sekarang belum dipenuhi. Saya hanya minta tolong komitmen itu dipenuhi," kata Syaiful. Ia yakin pembangunan arena pertandingan untuk PON akan selesai seluruhnya pada Mei mendatang. "Sekarang dalam tahap finishing." Shinta Eka P.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.