Ratcliffe Ingin Beli Chelsea: Ini Lika-Liku Kepemilikan The Blues

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chelsea. Reuters

    Chelsea. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Jim Ratcliffe, orang terkaya Inggris yang dikabarkan ketertarikannya membeli Chelsea dari pemilik saat ini Roman Abramovich. Namun Roman Abramovich, memasang bandrol 2,5 miliar pound sterling atau kira-kira setara dengan Rp 47 triliun untuk bisa memiliki Chelsea.

    Ratcliffe sebenarnya fans Manchester United karena rumah keluarganya yang tak jauh dari Stadion Old Trafford. Namun biliuner ini lantas jatuh hati pada Chelsea sejak dia membeli rumah ketiga di London bagian barat dan menjadi penonton reguler di Stamford Bridge.

    Pria berusia 66 tahun yang baru memulai bisnisnya dalam usia 40 tahun tersebut saat ini tercatat sebagai orang terkaya ke-140 di dunia. Ratcliffe diperkirakan memiliki kekayaan sebesar Rp 396 triliun dari konglemerasi bisnisnya INEOS, dengan bisnis utama petrokimia yang kemudian berkembang ke jaringan hotel dan banyak lagi.

    Baca: Kisah Jim Ratcliffe, Fans Manchester United yang Meminati Chelsea

    Menarik untuk dikulik tentang perkembangan dari klub London barat ini. Awal dari terbentuknya Chelsea ini dimulai dengan dibelinya stadion Stamford Bridge oleh seorang miliarder Gus Mears tahun 1904 yang awalnya stadion ini merupakan arena atletik. Lalu stadion tersebut disulap menjadi stadion sepak bola.Chelsea pun resmi didirikan pada 10 Maret 1905. The Blues menjalani debut pertamanya di liga sepak bola Inggris pada 2 September 1905. Pada laga pertamanya mengalami kekalahan 0-1 menghadapi Stockport County.

    Sejak awal berdiri, Chelsea memang identik dengan predikat klub yoyo lantaran sering naik turun divisi. Tak heran bila nama mereka saat itu tak seharum Arsenal atau Tottenham Hotspur kendati sama-sama bermukim di kota London. Pasalnya, dua kesebelasan yang disebut belakangan sudah pernah mencicipi manisnya gelar juara di sejumlah kompetisi

    Jim Ratcliffe, orang terkaya Inggris, yang juga pendiri perusahaan kimia Ineos. Reutes

    Namun segala daya upayanya membuat Chelsea jadi kesebelasan hebat nan berprestasi, tak kunjung menemui hasil sampai Gus Mears meninggal dunia tahun 1912. Sepeninggalan dari Gus Mears klub ini diturunkan kepada keturunanya. Chelsea membutuhkan setengah abad untuk menjadi juara saat itu. The Blues berhasil meraih juara Divisi Satu (liga sepak bola Inggris saat itu) dan Charity Shield (saat ini Community Shield) tahun 1955 dibawah kepelatihan Ted Drake.

    Pada tahun 1970 Chelsea mengalami kesulitan finansial. Itu dikarenakan renovasi Stamford Bridge besar-besaran yang menyedot banyak anggaran. Pada akhirnya Stamford Bridge dijual ke pihak pengembang propeti. Akhirnya tahun 1982, Chelsea diakuisisi Ken Bates dari Brian Mears yang masih keturunan dari Gus Mears hanya senilai 1 pound sterling atau Rp 18 ribu saat ini.

    Chelsea zaman kepemilikan Ken Bates sedikit lebih baik walaupun pasang surut prestasi di liga sepak bola tetap ada. Chelsea sempat memenangkan gelar liga Divisi II tahun 1983-1984 dan masuk kasta tertinggi liga Inggris tetapi 1988 terdegradasi lagi.

    Ken Bates berhasil mendapatkan kembali hak atas stadion Stamford Bridge tahun 1992. Setelah lama berkutat dengan masalah hukum dan melakukan kesepakatan dengan bank pengembang properti yang bangkrut karena gejolak pasar.

    Maret 1996, Ken Bates mulai memasukan Chelsea ke pasar saham di bursa efek London AIM (Alternative Investment Market). Chelsea mulai mendatangkan pemain top dunia. Hasilnya mulai terasa, tahun 1997 dan 2000 dengan menjuarai Piala FA dan menunjukan sebagai salah satu klub Inggris terbaik. Chelsea mulai masuk kualifikasi Liga Champion tahun 2002-2003.

    Baca: Bos Chelsea Menyerah, Kepindahan Hazard ke Madrid Tak Terbendung

    Ken Bates pun menjual Chelsea tahun 2003 kepada pengusaha Rusia Roman Abramovich. Harga yang harus dibayarkan Abramovich adalah 140 juta pound sterling atau Rp 2,6 triliun saat ini. Pemilik nama lengkap Roman Arkadievich Abramovich ini juga bertanggung jawab atas hutang-hutang Chelsea sebesar 80 juta pound sterling atau setara Rp 1,5 triliun. Tidak lama pengusaha Rusia itu melunasi semua hutang-hutang Chelsea. Roman pun menghapuskan saham Chelsea di AIM setelah memiliki sepenuhnya pada 22 Agustus 2003.

    Roman Abramovich juga sangat berambisi membuat klub London Chelsea menjadi juara di Inggris maupun di Eropa. Dia berani menghabiskan 100 juta poundsterling atau setara Rp 1,8 triliun saat itu untuk belanja pemain baru. Akhirnya tahun 2004-2005 dan 2005-2006 Chelsea pun berhasil menjuarai Liga Inggris setelah 50 tahun tidak pernah juara Liga Inggris. Itu berkat tangan dingin Jose Mourinho sebagai pelatih Chelsea saat itu.

    Roman Abramovich. theoffside.com

    Di bawah kepemilikan Roman Abramovich, Chelsea menjelma menjadi klub kaya raya yang bisa membeli pemain dengan harga selangit. Itu pun berhasil juga membuat Chelsea menjadi klub top Eropa yang berhasil mendapatkan berbagai macam gelar. Puncaknya Chelsea berhasil menjuarai Piala FA dan Liga Champion tahun 2012 di bawah kepelatihan Roberto Di Matteo. Dia pun tak segan-segan mengganti manajer yang tidak bisa mencapai target. Sudah banyak pelatih yang silih berganti menukangi Chelsea di antaranya Claudio Ranieri, Jose Mourinho, Guus Hiddink, Carlo Anceloti, Roberto Di Matteo, Rafael Benitez, Antonio Conte dan saat ini Maurizio Sarri. Maurizio Sarri pun diambang pemecatan karena gagal melatih The Blues yang membuat Chelsea berada di peringkat enam klasemen Liga Primer Inggris.

    Hingga saat ini Chelsea di bawah kepemilikan Roman Abramovich sudah mendapatkan lima gelar juara Liga Primer Inggris, tiga Piala Liga Inggris, lima kali juara Piala FA, dua kali juara Community Shield, 1 kali juara Liga Europa, dan 1 kali juara Liga Champion.

    THE SUN | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?