Pemilik Liverpool Jual Mansion di AS, Harga Diturunkan dari Pasar

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik Liverpool, John W Henry, bersama istrinya  Linda Pizzuti. [Daily Mail]

    Pemilik Liverpool, John W Henry, bersama istrinya Linda Pizzuti. [Daily Mail]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik Liverpool, John W Henry, menjual mansionnya di Florida, Amerika Serikat, dengan harga di bawah pasar. Penurunan harga, menurut agen properti, lantaran pasokan di Florida sangat tinggi.

    Rumah mewah milik Henry yang dikenal dengan sebutan "The Hous Peace" itu terdiri dari tujuh kamar tidur dan 14 kamar mandi dilengkapi berbagai fasilitas dibandrol dengan harga US$ 10 juta atau setara dengan Rp 142 miliar.

    Bos Anfield yang diperkirakan memiliki kekayaan senilai US$ 2,7 miliar atau Rp 38 triliun dan juga pemilik klub baseball Boston Red Sox serta koran Boston Globe, itu semula memasang harga Rp 15 juta atau Rp 212 miliar. Namun harga tersebut diturunkan.

    Selain kolam renang dan lapangan tenis, menurut laporan Daily Mail, Kamis 21 Maret 2019, mansion milik Henry yang berdiri di atas 2,5 hektar itu dilengkapi studio rekaman musik dan meja permainan sepak bola.

    Mengenai penurunan harga, agen properti yang dipercaya menjual mansion tersebut, Senada Adzem, mengatakan, "Kami perlu mendapatkan harga yang kompetitif dari pemiliki, sebab, saat ini, terjadi pasokan properti yang sangat tinggi di Florida Selatan."

    Henry mengambil alih kepemilikan Liverpool pada 2010 dari Fenway Sports Group. Selanjutnya dia menjabat sebagai presiden klub. Belum lama ini, Liverpool, saat ini, memimpin klasemen sementara di Liga Primer Inggris disusul rivalnya berada di urutan kedua, Manchester City. The Reds juga masuk ke babak perempat final Liga Champions untuk berhadapan dengan FC Porto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.