Piala AFC: Timnas U-23 Diremuk Thailand 0-4, Ezra Walian Tak Main

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian memainkan bola saat latihan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat, 15 Maret 2019. ANTARA

    Pemain Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian memainkan bola saat latihan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat, 15 Maret 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaTimnas U-23 Indonesia harus bertekuk lutut empat gol tanpa balas dari Thailand pada laga pertama kualifikasi Grup K Piala AFC U-23. Bermain di Stadion My Dinh, Vietnam, skuad asuhan Indra Sjafri kebobolan tiga gol pada babak kedua.

    Dalam pertandingan tersebut pemain naturalisasi asal Belanda, Ezra Walian akhirnya tidak dapat dimainkan. Ezra dianggap tidak memenuhi syarat-syarat administrative FIFA karena pernah membela timnas U-17 Belanda di Piala Eropa U-17.

    Timnas U-23 Indonesia sebenarnya mampu tampil baik pada 15 menit pertama. Egy Maulana Vikri cs bahkan membuka peluang terlebih dahulu lewat Osvaldo Haay.

    Menerima umpan lambung Sadil Ramdani dari sisi kiri pertahanan Thailand, Osvaldo sebenarnya berpeluang melepaskan tembakan voli ke gawang Thailand. Namun sayangnya kontrol dada yang dilakukan pemain Persebaya Surabaya tersebut tak sempurna. Bola yang memantul langsung dapat diamankan oleh penjaga gawang Thailand.

    Petaka datang pada menit ke-21. Memanfaatkan tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan Indonesia, Kapten Thailand Shinnaphat Leeaoh menyundul bola ke pojok kanan atas gawang. Awan Setho yang sudah terbang tak dapat berbuat apa-apa karena bola jauh dari jangkauannya.

    Pada akhir babak pertama, Osvaldo Haay kembali mendapatkan peluang. Menerima umpan terobosan dari Marinus Manewar, Osvaldo gagal mengontrol bola dengan sempurna. Alhasil upayanya mengirim bola ke Egy yang berdiri bebas di depan gawang dapat digagalkan lini belakang Thailand.

    Baca: FIFA Larang Ezra Walian Bela Timnas U-23

    Sepanjang babak pertama Thailand tampak lebih mengendalikan permainan. Tak hadirnya Witan Sulaeman di lapangan tengah Timnas U-23 membuat Luthfi Kamal tampak bekerja sendirian dalam membangun serangan. Gian Zola dan Egy yang di plot sebagai gelandang serang tak dapat menjadi kreator serangan Timnas U-23.

    Pada babak kedua, dominasi Thailand terus berlanjut. Mereka bahkan unggul saat pertandingan berjalan baru lima menit melalui tendangan penalti. Rachmat Irianto melanggar Supachai Jaided dan membuat wasit menunjuk titik putih. Supachai yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan baik.

    Kesalahan kembali dibuat lini belakang Timnas U-23 Indonesia pada menit ke-71. Baik Rachmat Irianto maupun Andy Setyo membiarkan Supachai dengan bebas berdiri di tengah kotak penalti untuk menerima umpan silang mendatar yang diberikan oleh rekannya. Dengan mudah Supachai mencetak gol keduanya pada laga itu.

    Baca: Ezra Walian Kecewa, FIFA Larang Main Bersama Timnas U-23

    Empat menit berselang Thailand membuat kedudukan menjadi 4-0. Kali ini Supachok Sarachat menundukkan Awan Setho setelah melepaskan tembakan melengkung dari pojok kanan kotak penalti.

    Upaya pelatih Indra Sjafri dengan memasukkan Witan Sulaeman, Dimas Drajad dan Sani Rizky untuk menggantikan Saddil Ramdani, Gian Zola dan Osvaldo Haay tak berbuah hasil. Timnas U-23 masih kesulitan untuk mengimbangi permainan skuad Gajah Perang.

    Hasil 0-4 itu membuat timnas U-23 Indonesia untuk sementara menempati dasar klasemen Grup K kualifikasi Piala AFC U-23. Sementara Vietnam dan Brunei Darussalam baru akan bermain sesaat lagi. Pada laga selanjutnya Minggu 24 April mendatang, Timnas U-23 Indonesia akan menghadapi Vietnam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.