Tyson Fury Bilang Tarung Ulang Lawan Wilder akan Terjadi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertarungan tinju dunia kelas berat WBC antara Deontay Wilder (kanan) melawan Tyson Fury di Staples Center, Los Angeles, Sabtu 1 Desember 2018. (Action Images/Reuters)

    Pertarungan tinju dunia kelas berat WBC antara Deontay Wilder (kanan) melawan Tyson Fury di Staples Center, Los Angeles, Sabtu 1 Desember 2018. (Action Images/Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pertandingan ulang antara Deontay Wilder dan Tyson Fury dikabarkan akan terjadi. Fury juga menjuluki juara dunia tinju kelas berat verci World Boxing Council (WBC) itu sebagai bukan siapa-siapa.

    Fury mengatakan kepada BT Sport, “Seberapa cepat anda menelepon segera? Besok, hari berikutnya, pekan depan, bulan depan, itu akan terjadi. Itu adalah pertarungan yang hebat. Saya dan Wilder menampilkan pertunjukan yang bagus, sehingga pertarungan itu bisa terjadi, cepat atau lambat.”

    Fury mengklaim pertarungan pertamanya melawan Wilder dalam 12 ronde di Las Vegas, 1 Desember 2018, akhirnya dinyatakan seri itu seharusnya berakhir dengan kekalahan buat petinju Amerika Serikat tersebut. Dengan hasil seri saat itu, Deontay Wilder mempertahankan sabu juara dunia kelas berat WBC.

    "Deontay bukan siapa-siapa, mari kita hadapi itu. Dia bukan siapa-siapa sebelum menghadapi saya dan kalah bagi saya. Dan, dia masih bukan siapa-siapa. Jadi begitulah adanya. Saya tidak tertarik membicarakan gelandangan itu. Gelandangan besar, itu saja dia,” kata Fury.

    Fury membenarkan kepada BT Sport bahwa Deontay Wilder tidak lagi menanggapi panggilannya untuk pertarungan kedua. Tapi, pembicaraan tentan pertandingan ulang itu, tidak akan berakhir. Promotor Bob Arum baru-baru ini mengatakan kepada World Boxing News, bahwa Februari 2020 adalah tanggal yang realistis untuk pertarungan ulang tersebut.

    BLEACHER REPORT | THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.