Ini Gaya Pemain Louvre Juggernaut Berlatih dan Bertanding Esports

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Evos Esports (kaos biru) dan tim Louvre Juggernaut (kaos putih-hitam) usai tampil di babak kualifikasi Piala Presiden Esports di Jakarta. Foto TEMPO/Aditya Budiman.

    Tim Evos Esports (kaos biru) dan tim Louvre Juggernaut (kaos putih-hitam) usai tampil di babak kualifikasi Piala Presiden Esports di Jakarta. Foto TEMPO/Aditya Budiman.

    TEMPO.CO, Jakarta - Setahun berdiri tim esports Louvre Juggernaut divisi Mobile Legend sudah beberapa kali ganti pemain. Manajer tim Louvre, Christopher Zakaria menyatakan, tim tak hanya mencari pemain yang sekedar jago saja, tapi juga mempunyai sikap.

    Menurut dia, sikap penting sebab esports sudah mulai berkembang tidak hanya game semata tapi juga menjadi cabang olahraga. "Kami juga mencari pemain yang pola pikirnya itu sama," ucap Christopher di Jakarta, Jumat 22 Maret 2019.

    Kini Louvre Juggernaut divisi mobile legend sudah solid. Mereka terdiri dari Steven Kurniawan, Yosua Priatama, Vicky Vendy, Gerald Beralmino, Supriadi Dwi Putra, dan Felix Davide. Sudah beberapa turnamen mereka ikuti dan salah satunya keluar sebagai juara, yakni saat tampil di Kratingdaeng Indonesia Esports Championship September 2018.

    Christopher menyatakan sebagai pemain profesional, Steven cs tak melulu menghabiskan semua waktunya dengan bermain game. Menurut dia, sehari para pemain hanya menghabiskan tiga sampai empat jam berlatih bersama. "Kalau sudah bosan kami refreshing, seperti nonton ke bioskop, ngopi, dan makan-makan," ucapnya.

    Meski demikian, pria yang akrab disapa Kikis itu tidak membatasi para pemain untuk melatih kemampuannya di luar latihan resmi. Ia menyatakan tambahan jam berlatih merupakan pilihan dari pemain sendiri. "Ada yang solo bermain di luar untuk mengasah sisi mekanik," kata dia.

    Selain berlatih, para pemain juga perlu mengenal cara bermain calon lawan. Namun tak hanya itu, lanjut Christopher, pemain juga berupaya meluang waktu dengan berolahraga, seperti renang dan senam.

    Ada hal menarik yang dilakukan pemain saat bertanding. Christopher menyebut mulut pemain harus aktif saat jari-jari mereka menekan-nekan konsol game. Setiap pertandingan sedikitnya Christopher harus menyiapkan dua box permen karet. "Kalau sedang di atas panggung harus. Biar mereka fokus juga sih," ucapnya.

    Louvre Juggernaut bersama tujuh tim profesional lainnya memastikan melaju ke babak grand final Piala Presiden Esports 2019. Louvre keluar sebagai juara Grup B dan ditemani tim Capcorn, SFI Critical, serta Evos Esports. Sementara Grup A diwakili oleh Onic, Aerowolf, PSG RRQ, dan AlterEgo.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.