Presiden UFC: Saatnya Tepat Conor McGregor Mundur

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Conor McGregor (tengah) saat menjalani sidang kasus serangan ke bus yang ditumbangi Khabib Nurmagomedov di Kings County Criminal Court Brooklyn, New York. (AP)

    Conor McGregor (tengah) saat menjalani sidang kasus serangan ke bus yang ditumbangi Khabib Nurmagomedov di Kings County Criminal Court Brooklyn, New York. (AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden UFC, Dana White, mengatakan, dia bisa memahami keputusan Conor McGregor mengundurkan diri dari dunia olahraga seni bela diri di atas ring. "Ini saat yang tepat dia pensiun dari seni bela diri. Dia punya banyak duit," ucapnya seperti Daily Mail, Selasa 26 Maret 2019.

    McGregor mengumumkan keputusan pensiun melalui cuitan akun Twitter, Selasa pagi waktu setempat, ""Halo para sahabatku, aku ingin menyampaikan perubahan yang terjadi begitu cepat. Saya memutuskan mengundurkan diri dari olahraga seni bela diri secara resmi terhitung mulai hari ini. Aku berharap kepada seluruh rekan lamaku tetap melanjutkan pertarungan."

    "Aku akan bergabung bersama rekan-rekanku, terutama yang sudah pensiun, tepatnya dengan Pina Coladas."

    Baca: UFC: Conor McGregor Tanding Ulang dengan Nate Diaz

    White juga mengatakan kepada awak media, dirinya memahami mengapa McGregor yang belum lama ini dilarang bertarung di atas ring pensiun sebagaimana dinyatakan melalui Twitter terhitung sejak hari ini.

    "Dia sudah memiliki banyak uang dan wiski," ucap White kepada ESPN melalui pesan tertulis. "Alasan itu masuk akal, jika saya seperti dia saya akan melakukan apa yang telah diputuskan McGrgegor."

    Meskipun demikian, para penggemar McGregor meragukan pengumuman pengunduran dirinya sebagai atlet adu jotos di atas ring. Alasan mereka, pria 30 tahun asal Irlandia itu pernah membuat pengumuman pensiun tiga tahun lalu, ternyata hal itu hanya tipuan belaka.

    Padahal sebulan sebelumnya, McGregor mengumumkan kepada publik bahwa dia akan naik ring melawan Nate Diaz yang pernah mengalahkannya. "Ini keputusan dibuat oleh orang bodoh," kata komentar Jorge Sedano kepada ESPN dengan nada bercanda.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peluru Tajam di Malam Jahanam Kerusuhan 22 Mei 2019

    Dalam kerusuhan 22 Mei 2019, empat orang tewas dengan luka mirip bekas tembakan. Seseorang diduga tertembak peluru tajam.