Suporter Montenegro Rasis, Dua Pemain Inggris Ini Jadi Korban

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Menyusul kasus rasisme dalam pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2020, Asosiasi Sepak Bola Montenegro (FSCG) mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menghukum para suporternya yang terlibat dalam tindakan rasis tersebut.

    "Jika memang ada tindakan rasis, FSCG akan melakukan identifikasi terhadap individu-individu yang terlibat dan akan menjatuhkan sanksi larangan menonton pertandingan yang digelar FSCG," demikian pernyataana FSGC Selasa (Rabu WIB).

    Insiden rasis tersebut, kata FSCG, merupakan kasus pertama yang mereka alami dalam sebuah pertandingan internasional.

    "Tidak ada tempat bagi sikap tersebut di negara yang multi kultur dan multi etnik seperti Montenegro, kata FSCG seperti dilangsir Reuters.

    Badan sepak bola Eropa (UEFA) telah memulai investigasi atas kasus rasis saat pertandingan antara Inggris dan tuan rumah Montenegro dalam pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2020 Senin lalu di Stadion Pod Goricom, Podgorica.

    Pemain Inggris Danny Rose dan Rahim Sterling menjadi korban penghinaaan bernada rasis yang terdengar sepanjang pertandingan, yang dimenangi Inggris 5-1.

    Kedua pemain, dan juga sebuah organisasi independen, mendesak agar UEFA menjatuhkan sanksi tegas terhadap pelaku rasis tersebut.

    UEFA hari Selasa (Rabu WIB), seperti dilangsir Reuters, mengatakan bahwa pihaknya sudah memulai investigasi, dimana hasilnya akan dibawa ke panel komite Pengawas, Etika dai Disiplin UEFA pada 16 Mei mendatang.

    Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyambut upaya UEFA tersebut atas kasus yang mereka sebut sebagai "teriakan rasis yang menjijikkan".

    "Perilaku tersebut tidak bisa diterima di pertandingan manapun, dan kami menyambut keputusan UEFA hari ini untuk bertindak, kata FA dalam pernyataannya.

    Sementara itu Sterling, yang menutup telinganya di dekat tribun suporter tuan rumah setelah mencetak gol, mengatakan bahwa para penonton tersebut seharusnya dilarang masuk stadion.

    Sedangkan organisasi pemantau independen FARE mengatakan bahwa pihaknya telah menempatkan seorang pemantau pada pertandingan itu dan akan menyampaikan laporan.

    "Kami ada seorang observer yang mengumpulkan bukti adanya perilaku rasis. Tim akan akan mengkompilasi bukti-bukti itu untuk disrangkan ke UEFA," kata FARE.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.