MotoGP, Honda Cs Masih Bisa Ajukan Masalah Ducati ke CAS

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Upaya empat pabrikan: Honda, Suzuki, KTM dan Aprilia, untuk menggagalkan komponen pendingin ban Ducati pada MotoGP tahun ini tampaknya belum akan berakhir. Meskipun federasi olahraga bermotor internasional FIM, menolak protes mereka, Honda cs masih bisa mengajukan keberatan ke Arbitrase Olahraga atau yang biasa disebut CAS.

    Merujuk pada artikel 3.9 aturan Kejuaraan Dunia FIM, mereka memiliki waktu lima hari untuk mengajukan upaya keberatan terakhir ke CAS. Keputusan CAS nantinya akan menjadi keputusan final dan mengikat yang harus dipatuhi semua pihak.

    Pada Selasa kemarin waktu Swiss, FIM menolak keberatan yang diajukan Honda cs terhadap komponen yang menurut mereka memberikan keuntungan aerodinamika kepada motor Desmosedici MotoGP milik Ducati. FIM menganggap protes itu lebih perangkat tersebut tidak melanggar aturan teknik MotoGP.

    Mereka juga sepakat dengan keputusan Direktur Teknik MotoGP, Danny Aldridge, bahwa dibutuhkan penelitian lebih mendalam untuk membuktikan bahwa perangkat tersebut memberikan keuntungan bagi motor Ducati. Penelitian seperti itu tak dimungkinkan dilakukan saat seri MotoGP sudah berjalan seperti saat ini.

    Dengan keputusan tersebut, FIM artinya kemenangan Andrea Dovizioso di seri MotoGP Qatar dua pekan lalu dipulihkan. Sebelumnya, kemenangan Dovi dibekukan dan terancam dibatalkan jika komponen pendingin ban tersebut dianggap ilegal.

    Ducati juga dipastikan akan dapat menggunakan komponen tersebut dalam seri MotoGP selanjutnya. Akhir pekan ini, Moto GP akan menggelar seri kedua di Sirkuit Termas de Hondo, Argentina.

    Meskipun demikian, belum ada pernyataan resmi dari Honda cs apakah akan mengajukan masalah ini ke CAS atau tidak. Mereka juga belum memberikan tanggapan atas keputusan FIM tersebut.

    GP ONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.