Cok Istri Raih Emas dalam Seleksi Nasional Karate

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karateka putri Indonesia Cok Istri Agung Sanestya Rani. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karateka putri Indonesia Cok Istri Agung Sanestya Rani. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Karateka putri Cok Istri Agung Sanistyarani menjadi juara dalam Seleksi Nasional (Seleknas) Karate Senior 2019. Ia berhak membawa pulang medali emas setelah menang di final kumite putri kelas 55 kilogram.

    Cok Istri mengalahkan Trie Rantika dengan skor telak 14-6. Menurut karateka asal Bali itu persaingan di Seleknas amat ketat. "Lawan-lawannya semangat semua," kata dia di Jakarta, Jumat, 29 Maret 2019.

    Kendati demikian, peraih medali perunggu di Asian Games 2018 itu berupaya fokus di setiap laga yang dihadapi. Secara keseluruhan, Cok Istri menilai, para karateka muda terlihat semangat dan ingin mengejar senior-seniornya yang pernah mengisi pemusatan latihan nasional. "Mereka antusias sekali ingin kejar senior," ucapnya. 

    Seleknas Karate Senior berlangsung 28-29 Maret 2019 di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta. Sebanyak 38 kontingen dan perguruan ikut serta. Di hari terakhir, kontingen DKI Jakarta keluar sebagai juara umum dengan raihan tiga emas, dua perak, dan empat perunggu.

    Di posisi kedua ditempati perguruan Inkanas dengan perolehan dua emas, tiga perak, dan dua perunggu. Tempat ketiga diraih kontingen Sumatera Utara dengan dua emas, dua perak, dan lima perunggu.

    Sekretaris Jenderal Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Raja Sapta Ervian meminta para juara agar tidak terlena. Sebab ada sejumlah kejuaraan internasional menunggu. Salah satunya ialah Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF). "Ini tantangan buat pelatih dan atlet karena akan berlangsung awal April," ucapnya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.