Tampil Buruk di Formula 1 Bahrain, Sebastian Vettel Dikritik

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap F1 Ferrari, Sebastian Vettel memberi tanda tangan untuk penggemarnya saat tiba di Sirkuit Melbourne Grand Prix di Melbourne, 15 Maret 2019. REUTERS/Edgar Su

    Pembalap F1 Ferrari, Sebastian Vettel memberi tanda tangan untuk penggemarnya saat tiba di Sirkuit Melbourne Grand Prix di Melbourne, 15 Maret 2019. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara dunia Formula 1 Nico Rosberg memuji keputusan Ferrari yang mengizinkan kedua pembalap mereka saling bersaing di Bahrain pada Minggu namun juga ia mengritik penampilan Sebastian Vettel yang mengulangi kesalahannya di musim lalu.

    Vettel, juara dunia empat kali itu, finis kelima setelah tampil mengecewakan sehingga disalip rekan satu timnya, Charles Leclerc di balapan dan kehilangan kendali mobilnya ketika mendapat tekanan dari Lewis Hamilton dalam perebutan tempat kedua.

    "Mari beri pujian untuk Ferrari karena (balapan) itu adalah yang ingin kami semua saksikan," kata Rosberg usai balapan seperti dikutip Reuters, Senin pagi.

    "Sangat bagus untuk ditonton. Kapan terakhir kali kita melihat Ferrari saling bersaing seperti itu di trek? Sudah cukup lama, jadi itu sangat luar biasa."

    Leclerc bergabung dengan Ferrari setelah bertukar kursi dengan Kimi Raikkonen yang kini membalap untuk Alfa Romeo.

    Pembalap berusia 21 tahun asal Monako itu telah menunjukkan potensinya sebagai penantang utama titel juara Formula 1 musim ini ketika meraih pole position dan memimpin sepanjang balapan GP Bahrain sebelum masalah mesin mendera mobilnya di 10 lap terakhir.

    Setelah disalip dua pembalap Mercedes, Leclerc diuntungkan oleh keluarnya Safety Car di lap-lap terakhir sehingga mampu mempertahankan posisi untuk podium ketiga, atau yang pertama bagi Ferrari musim ini.

    "Cara membalap (dari Leclerc) yang bagus namun sangat disayangkan untuk dia," kata Rosberg, mantan rekan satu tim Lewis Hamilton di Mercedes itu.

    "Tapi bagi Sebastian, ini balapan yang sangat sulit karena tidak hanya dia menghancurkan balapan dia tapi dia memiliki rekan satu tim yang tampil sangat baik, yang sangat kuat dan kami harusnya berharap akan terus seperti itu."

    "Jadi di sini Sebastian memiliki suatu tantangan yang sangat besar di tangannya," kata juara Formula 1 tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.