Tinju Dunia: Gigit Lawan, Petinju Ini Terancam Tak Naik Ring Lagi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • David Price melepaskan pukulan ke wajah Kash Ali dalam laga di Liverpool, Inggris pada Sabtu 30 Maret 2019. Price dinyatakan menang diskualifikasi pada ronde 5 setelah Kash menggigitnya sebanyak dua kali. (ANTARA FOTO/Reuters/Lee Smith/ama

    David Price melepaskan pukulan ke wajah Kash Ali dalam laga di Liverpool, Inggris pada Sabtu 30 Maret 2019. Price dinyatakan menang diskualifikasi pada ronde 5 setelah Kash menggigitnya sebanyak dua kali. (ANTARA FOTO/Reuters/Lee Smith/ama

    TEMPO.CO, Jakarta - Izin tinju dunia Kash Ali dibekukan oleh komisi tinju Inggris (BBBofC) setelah didiskualifikasi karena menggigit lawannya, David Price. Ali terlihat menggigit Price dua kali dalam pertarungan kelas berat di Inggris, Sabtu pekan lalu.

    Petinju berusia 27 tahun itu didiskualifikasi oleh wasit Mark Lyson pada ronde kelima dan diusir ke luar ring tinju di bawah kawalan ketat petugas keamanan setelah si petinju dilempari kaleng minuman oleh penonton di M&S Bank Arena.

    Mantan juara tinju kelas jelajah WBC Tony Bellew meminta BBBofC melarang seumur hidup petinju asal Birmingham itu.

    Baca: Heboh, Petinju Ini Didiskualifikasi Usai Menggigit Lawan di Ring

    "Dia telah melakukan hal menjijikkan yang tak ada tempatnya di ring tinju. Dia menggigit lawannya bukan sekali, bukan dua kali, dia menggigit lawannya empat kali dan wasit menyaksikannya dua kali," kata Bellew dalam laman Sky Sports.

    "Dia memalukan, dia tak boleh dibiarkan kembali ke ring tinju," sambung Bellew.

    Ali harus menghadapi sidang etik pada 13 April mendatang.

    Baca: Tinju Dunia: David Price, Raksasa Liverpool yang Terluka

    Dalam sejarah tinju, insiden petinju gigit petinju paling heboh sejagat adalah ketika petinju kelas berat Mike Tyson menggigit telinga Evander Holyfield pada 28 Juni 1997.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.