Lakukan Pelecehan Seksual, Izin Petinju Kubrat Pulev Dicabut

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju asal Bulgaria Kubrat Pulev, tersunggur setelah dipukul jatuh oleh lawannya Vladimir Klitscho yang merupakan juara WBA, WBO, IBO dan IBF pada pertandingan perebutan gelar kelas berat IBF di Hamburg, 15 November 2014. REUTERS/Morris Mac Matzen

    Petinju asal Bulgaria Kubrat Pulev, tersunggur setelah dipukul jatuh oleh lawannya Vladimir Klitscho yang merupakan juara WBA, WBO, IBO dan IBF pada pertandingan perebutan gelar kelas berat IBF di Hamburg, 15 November 2014. REUTERS/Morris Mac Matzen

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju kelas berat asal Bulgaria, Kubrat Pulev tersangkut kasus pelecehan seksual setelah dituduh secara sengaja meremas pantat dan mencium bibir seorang reporter perempuan usai sebuah wawancara.

    Pulev diwawancara seorang perempuan bernama Jennifer Ravalo usai memenangi pertarungan melawan Bogdan Dinu di Costa Mesa, California, Amerika Serikat pada 23 Maret 2019.

    Ciuman dan remasan tersebut sepertinya sebuah candaan dari petinju dengan julukan The Cobra tersebut, namun guyonan tersebut berubah menjadi serius setelah Ravalo mengadukan Pulev ke pihak berwajib.

    Baca: Tinju Dunia: Gigit Lawan, Petinju Ini Terancam Tak Naik Ring Lagi

    Perempuan yang disebutkan punya nama panggung Jennyu Sushe itu mengatakan dirinya tidak mengenal dekat Pulev, sehingga merasa dilecehkan.

    “Saya merasa tidak nyaman atas perlakukan Tuan Pulev. Saya tidak dalam kondisi siap untuk menerima ciuman itu. Kemudia setelah mencium, Tuan Pulev meremas pantat saya dengan kedua tangannya. Apakah pantas tindakan seperti itu dilakukan terhadap perempuan yang belum terlalu dia kenal?” ujar Ravalo.

    Namun Pulev yang mengunduh sesi wawancara dan ciuman paksa tersebut dalam akun twitternya menyangkal bahwa mereka tidak saling kenal sebelumnya.

    Baca: Jadwal Tinju Dunia: Wilder vs Breazeale 18 Mei, Ini Promo Mereka

    “Semua yang dia katakan bahwa tidak mengenal saya adalah bohong. Dia menghampiri saya saat timbang badan dan menawari pesta seusai laga,” kata Pulev.

    “Perempuan yang mewawancara itu adalah Jenny, dan kami saling kenal. Setelah peristiwa tersebut dia bergabung dalam pesta kami dan tertawa-tawa. Tidak ada yang serius soal ciuman itu,” kata Pulev lagi.

    Akibat tindakan yang pelecehan seksual tersebut, lisensi bertanding Kubrat Pulev dicabut oleh Komisi Atletik Negara Bagian California (CSAC). Pulev harus menjalani sidang jika ingin mendapatkan kembali lisensi bertinjunya.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.