Petarung MMA Tewas di Laga Adalah Kasus yang Langka, Mengapa?

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DJ Linderman, bertarung dengan lawannya Arnold Adams dalam pertarungan Bare Knuckle Fighting Championship di Cheyenne, 2 Juni 2018. Bare Knuckle menggunakan ring tinju dalam bentuk lingkaran berbeda dengan tinju dan UFC. (Jacob Byk/Wyoming Tribune Eagle via AP)

    DJ Linderman, bertarung dengan lawannya Arnold Adams dalam pertarungan Bare Knuckle Fighting Championship di Cheyenne, 2 Juni 2018. Bare Knuckle menggunakan ring tinju dalam bentuk lingkaran berbeda dengan tinju dan UFC. (Jacob Byk/Wyoming Tribune Eagle via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus petarung MMA tewas seperti yang menimpa Mateus Fernandes di Brasil sangat jarang terjadi. MMA dianggap jauh lebih aman dibandingkan olahraga pertarungan lain, seperti tinju misalnya.

    Menurut hasil penelitian dari University of Alberta’s Sather Sports Medicine Clinic di Kanada pada 2016, luka yang disebabkan aktivitas MMA hanya berkategori ringan meskipun tampak dari luar parah.

    Luka yang terlihat koyak dan mengucurkan darah dalam MMA, ternyata tidak terlalu berdampak pada bagian dalam kepala. Berbeda dengan tinju yang tidak menunjukkan luka berat di luar, namun justru berdampak fatal di dalam kepala.

    Baca: Petarung MMA di Brasil Tewas Saat Berlaga, Simak Videonya

    “Kebanyakan darah yang mengucur dari wajah petarung MMA berasal dari hidung maupun sobek di bagian wajah lainnya. Itu sebenarnya tidak terlalu berbahaya, tetapi terlihat lebih parah dari yang sesungguhnya,” kata Shelby Kapman, dokter yang mengepalai penelitan soal MMA di University of Alberta’s Sather Sports Medicine Clinic.

    Penelitian dari Kapman tersebut mengambil sampel dari 1,181 petarung MMA dan 550 petinju yang bertanding di sekitar Edmonton. Kanada. Sebanyak 59,4 persen petarung MMA dan 49,8 persen petinju mengalami luka sobek. Namun dari jumlah itu, 7,1 persen petinju mengalami pingsan dan cedera serius di mata dibandingkan MMA yang tercatat 4,2 persen.

    Fernandes tewas setelah kalah KO dalam laga MMA amatir Romulos Fight Night di Manaus, Brasil. Penyebab kematiannya ditengarai bukan karena pukulan, namun dicurigai akibat serangan jantung karena dia dikabarkan memakai doping sebelum bertanding.

    Baca: Hasil UFC: Petarung MMA Terseksi, Michelle Waterson Menang

    Kasus petarung MMA tewas di dunia dalam era masa 2000-an saat organisasi MMA profesional bertaburan, tercatat ada 5 orang petarung tewas. Tidak diketahui bagaimana dengan para petarung yang tampil dalam adu MMA liar di luar pengawasan organisasi promotor.

    Bahkan organisasi tarung bebas paling top di dunia, UFC, berani mengklaim bahwa tidak ada satupun petarung MMA yang tewas saat bertarung di bawah pengawasan organisasi yang sudah 20 tahun lebih berdiri itu.

    HUFFPOST | THE SUN | UFC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.