Jadi CPNS, Hendy Siap Jadi Pelatih Pencak Silat

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesilat Indonesia, Hendy (kiri) dan Yola Primadona, saat berlaga dalam final pencak silat nomor artistik ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    Pesilat Indonesia, Hendy (kiri) dan Yola Primadona, saat berlaga dalam final pencak silat nomor artistik ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet pencak silat Indonesia Hendy mengaku sudah siap menjadi pelatih setelah mendapatkan kepastian diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

    "Ending saya cukup bagus. Meraih emas Asian Games 2018. Sudah saatnya saya memberikan kesempatan untuk yang lain," kata peraih medali emas nomor ganda bersama Yolla Primadona saat dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis 4 April 2019.

    Hendy dan Yolla selama ini menjadi andalan Indonesia pada nomor ganda. Beberapa prestasi sudah diraih mulai dari medali SEA Games hingga kejuaraan dunia, bahkan keduanya sering menjadi duta pencak silat Indonesia.

    Jika sudah tidak menjadi atlet, kata Hendy, dirinya akan segera berkecimpung di dunia pelatih. Hanya saja, ia belum menentukan dengan pasti untuk melanjutkan karirnya. Apalagi saat ini baru saja diangkat menjadi CPNS.

    "Pengennya melatih klub. Tapi sekarang kan udah diangkat jadi CPNS. Saat ini tinggal menunggu penugasan saja. Bisa saja di PPLP atau di Kemenpora," kata Hendy dengan bangga.

    Selama berkarir menjadi atlet pencak silat, selain mendapatkan prestasi, Hendy juga cukup banyak mendapatkan bonus yang salah satunya ketika meraih medali emas saat Asian Games 2018. Bonusnya cukup besar yang diberikan oleh pemerintah.

    "Bonus Asian Games saya belikan rumah di Tanjung Duren, naikin haji orang tua dan satu lagi, buat nikah," katanya dengen tersenyum.

    Hendy merupakan satu dari 286 atlet berprestasi yang secara resmi diangkat menjadi CPNS. Untuk tahun pertama, mereka akan ditempatkan di lingkungan Kemenpora Jakarta. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ditempatkan di daerah asal masing-masing atlet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.