Kehilangan De Jong, Ajax Amsterdam Dapatkan Razvan Marin

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Razvan Marin. [www.weltfuball.at]

    Razvan Marin. [www.weltfuball.at]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ajax Amsterdam tak hilang akal, setelah kehilangan gelandang jempolannya Fenkie de Jong yang diambil Barcelona, tim elite Belanda itu mendapatkan penggantinya, Razvan Marin.

    "Marin diikat Ajax senilai €12,5 juta atau kira-kira setara dengan Rp 199 miliar," situs Live Score melaporkan, Kamis 4 April 2019.

    De Jong, menurut laporan sejumlah media, akan berangkat ke Barcelona pada akhir musim ini setelah teken kontrak sebesar €86 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun. Meskipun demikian, Ajax sudah mendapatkan gantinya yakni Marin.

    Pemain internasional Rumania yang diambil dari klub Standard Liege, Belgia, itu akan menjalani kontrak jangka panjang selama lima tahun. Tetapi gelandang berusia 22 tahun tersebut mengatakan kepada awak media bahwa dirinya tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan De Jong.

    "Aku ingin menjadi diriku sendiri," ucap Marin kepada situs website Ajax. "Saya melihat bahwa semua orang membandingkan saya dengan Frenkie, tetapi saya pikir kami memiliki dua gaya pemainan berbeda karena dia lebih banyak bermain di depan pertahanan," tegasnya.

    "Dia berada di sana sebab dia memiliki kwalitas bagus untuk menerobos pertahanan lawan sehingga mampu melewati lawan. Sementara saya lebih suka berada di kotak penalti untuk menceploskan bola."

    Ravin memiliki nama panjang Razvan Gabriel Marin lahir di Kota Bucharest pada 23 Mei 1996. Dia seorang pemain sepak bola profesional Rumania yang bermain sebagai gelandang klub Belgia, Standard de Liege, sebelum ditarik Ajax Amsterdam. Di negaranya, Ravin tercatat sebagai pemain internasional Rumania


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.