Kata Fajar / Rian Setelah Kandas di Semifinal Malaysia Open

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda bulu tangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (badmintonindonesia.org)

    Pasangan ganda bulu tangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Tak ada wakil Indonesia yang bisa melanjutkan langkah ke babak final Malaysia Open 2019. Setelah Jonatan Christie dikalahkan andalan Cina, Chen Long, ganda putra Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto juga kalah dari pasangan Jepang, Takeshi Kamura/ Keigo Sonoda 13-21, 20-22.

    Dalam pertandingan di Kuala Lumpur, Sabtu, dominasi pasangan Jepang sangat kentara sejak awal set pertama.  Hingga turun minum di set pembuka, Takeshi Kamura/ Keigo Sonoda sudah unggul 11-6. Set ini akhirnya dimenangi Kamura/Sonoda dengan skor 21-13.

    Memasuki set kedua Fajar/Rian berusaha melayani permaianan cepat Kamura/Sonoda. Walau diawal set sempat keteteran, namun Fajar/Rian tetap berusaha mengejar. Usaha mereka cukup berhasil sehingga di pertengahan set Fajar/Rian bisa menyamakan kedudukan 11-11. Permainan berjalan alot hingga menjelang akhir set.

    Sayang, di poin-poin kritis Fajar/Rian beberapa kali melakukan unforced error karena tekanan Kamura/Sonoda yang begitu kuat. Set kedua pun dimenangi pasangan Jepang 22-20 sekaligus memastikan langkah mereka ke babak final Malaysia Open 2019.

    Ditemui setelah pertandingan Fajar/Rian menyampaikan penyesalannya karena gagal menembus babak final. “Yang pertama sekali, kami mohon maaf, karena kami harus terhenti di semi final,” kata dia. “Harus diakui memang kita kalah tekanan, karena power mereka benar-benar kencang. Sehingga kita susah untuk keluar dari tekanan."

    Senada dengan Fajar, kuatnya tekanan pasangan Jepang juga diakui Rian Ardianto. “Drive-drive kita hari ini memang agak naik, itu dia masalahnya tekanan mereka sangat kencang, sehingga pengembalian kita banyak naik.”

    Kekalahan di semifinal Malaysia Open ini akan jadi bahan evaluasi bagi Fajar/Rian. “Kita ambil pelajaran dengan mengevaluasi cara mengatasi ketika tekanan lawan begitu kuat, cara merubah pola-pola permainan kita dan yang pasti kita harus membangun power lagi, karena tadi kita benar-benar kalah power,” kata Fajar.

    MASRUR (Kuala Lumpur)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.