Blancpain GT Asia: Rio dan David Gagal Podium di Sirkuit Sepang

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro bersama kepala mekanik T2 Motorsports, Gabriel dalam Blancpain GT Asia 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, 5-7 April. (TEMPO/Ariandono)

    Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro bersama kepala mekanik T2 Motorsports, Gabriel dalam Blancpain GT Asia 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, 5-7 April. (TEMPO/Ariandono)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim T2 Motorsports belum menuai hasil bagus dalam kiprah Blancpain GT Asia 2019, yang digelar di Sirkuit Sepang Malaysia pada 5-7 April.

    Duet pembalap Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro hanya mampu finis peringkat 18 pada race 1 dan 2, yang digelar Sabtu dan Minggu.

    “Hasil kali ini memang belum memuaskan. Saya bisa maklum karena Rio dan David baru melakukan penyesuaian dengan mobil para Selasa lalu, jadi hasil ini sudah lumayan untuk mereka,” kata Irmawan Poedjoadi, Ketua Tim T2 Motorsports.

    “Sekarang kami harus lebih berkonsentrasi untuk menghadapi balapan seri kedua di Sirkuit Buriram, Thailand bulan depan,” ujar Irmawan lagi.
    Rio sendiri mengatakan bahwa dia masih dalam proses adaptasi dengan mobil Ferrari 488 GT3 yang digebernya bersama David.

    “Saya masih belum benar-benar menguasai mobil balap GT. Beberapa persoalan mendasar yang menjadi kendala, seperti hawa panas di dalam mobil dan rasio putar kemudi yang lebih besar dibandingkan mobil formula. Saya masih perlu menyesuaikan diri lagi, semoga dalam seri berikutnya saya bisa lebih baik,” kata Rio Haryanto.

    Seri balap mobil Blancpain GT Asia 2019 berikutnya akan digelar di Sirkuit Buriram, Thailand pada 11-12 Mei.

    Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro menurut jadwal akan tampil penuh dalam enam seri Blancpain GT Asia, yaitu Malaysia (April), Thailand (Mei), Jepang Suzuka (Juni), Jepang Fuji (Juli), Korea (Agustus), dan Cina (September).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.