Atlet Paracycling Ikuti Balapan Honda Jazz-Brio Speed Challenge

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap sepeda Indonesia M. Fadli Imammudin menggigit medali emas usai menjuarai final nomor individual pursuit putra C4-C5 para-sepeda di Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. ANTARA FOTO/Aditya ES Wicaksono

    Pembalap sepeda Indonesia M. Fadli Imammudin menggigit medali emas usai menjuarai final nomor individual pursuit putra C4-C5 para-sepeda di Asian Track Championships 2019 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. ANTARA FOTO/Aditya ES Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet paracycling, Muhammad Fadli Imamuddin, kepincut untuk menekuni balap mobil roda empat dengan mengikuti seri Honda Jazz-Brio Speed Challenge, yang memulai seri perdananya musim ini di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Minggu.

    "Saya ikut ajang ini karena ketertarikan di otomotif serta ada tawaran juga. Ada kesempatan bagus kenapa tidak?" kata Fadli ketika ditemui di Sirkuit Sentul, Minggu.

    Atlet peraih medali emas Asian Para Games 2018 itu memperkuat Gazpoll Racing Team yang turun di ajang HJSC dan HBSC 2019 yang masuk ke dalam seri One Main Race, yang diadakan oleh Honda Racing Indonesia.

    Selain itu, Fadli, yang kali ini berada di belakang kemudi Honda Jazz, juga akan turun di seri Japan Super Touring Champinship (JSTC) dan kejuaraan nasional Indonesia Touring Car Race (ITRC) 1500 dengan mobil yang sama.

    "Yang bawa saya om Ferry, dia dari tim Gazpoll. Sebenarnya saya tidak berniat balap mobil tahun ini, karena ajakan dari beliau, ada kesempatan kenapa tidak. Lumayan juga mengobati kangen di lintasan walaupun dengan roda yang berbeda," kata Fadli, yang juga mantan pebalap motor roda dua itu.

    Tahun lalu, Fadli juga pernah turun di dua ajang balap mobil di Sirkuit Sentul dan BSD. Namun demikian, kegiatan barunya itu tidak sampai mengganggu latihan sepeda atlet yang sedang mengincar tiket ke Paralimpik Tokyo 2020 itu.

    "Jadi setiap hari mulai Jumat, Sabtu, Minggu, sebelum berangkat ke sini saya harus latihan dulu di rumah... tanggung jawab saya yang paling utama itu ada di sepeda karena saya harus mencapai target di Paralimpik Tokyo. Saya tidak meminta izin secara ofisial, tapi dari tahun lalu mereka (tim pelatnas balap sepeda) insyaallah percaya dengan tanggung jawab yang saya punya. Apa pun kegiatannya saya tidak mungkin tinggalkan program sepeda walaupun tanpa pelatnas," kata Fadli.

    M Fadli kemungkinan akan kembali menjalani pelatnas NPC para-cycling pada bulan April atau Mei.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.