Final Piala Presiden: Ini Pesan Khofifah buat Bonek dan Aremania

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beraktivitas di ruang kerjanya di kompleks Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 15 Februari 2019. Dalam 99 hari pertama bekerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi berbagai permasalahan di Jawa Timur dengan jargon Cepat, Efektif, Tanggap dan Responsif (CETAR). ANTARA FOTO/Moch Asim

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beraktivitas di ruang kerjanya di kompleks Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 15 Februari 2019. Dalam 99 hari pertama bekerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi berbagai permasalahan di Jawa Timur dengan jargon Cepat, Efektif, Tanggap dan Responsif (CETAR). ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta suporter Persebaya, bonek mania, dan Arema FC, aremania, menjaga kerukunan pada pertandingan final putaran pertama Piala Presiden 2019.

    "Bonek dan Aremania sama-sama asal Jawa Timur, mari jaga kerukunan bersama," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Senin.

    Persebaya dan Arema FC akan bertemu dua kali pada final Piala Presiden 2019, yakni Selasa, 9 April bermain di stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, kemudian Jumat, 12 April bertanding di stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.

    Gubernur perempuan pertama di Jatim itu berharap kedua kelompok suporter sama-sama saling menghormati dan menghargai, apapun hasilnya.

    "Rek.. 'dijogo yo', baik Bonek salam satu nyali jadi guyub rukun, pun demikian dengan Arema salam satu jiwa juga guyub rukun, suasana ini harus dijaga," kata mantan menteri sosial tersebut.

    Sementara itu, Khofifah juga mengapresiasi dua tim sepak bola asal Jatim, yakni Persebaya Surabaya dan Arema FC Malang yang berhasil mencapai final turnamen Piala Presiden 2019.

    "Ini 'all' Jawa Timur Final, Alhamdulillah. Tahun lalu Persija Jakarta juaranya, sekarang pemenangnya dari Jawa Timur," kata ketua umum PP Muslimat NU tersebut.

    Khofifah mengatakan perseteruan yang terjadi selama ini membuat atmosfer persepakbolaan di Jawa Timur kadang menjadi kurang kondusif, padahal sejatinya sepak bola adalah hiburan dan sangat menjunjung tinggi sportivitas.

    Jawa Timur, kata dia, memiliki banyak tim hebat, seperti Persebaya, Arema FC, Deltras Sidoarjo, Persik Kediri, Persela Lamongan, Persibo Bojonegoro, Madura United dan tim-tim lainnya.

    Ia menginginkan sepak bola Jatim lebih banyak diwarnai prestasi, daripada isu-isu kurang produktif seperti bentrok antarsuporter, perusakan fasilitas olahraga dan lainnya.

    "Tidak ada untungnya jika terus bertikai dan jangan sampai jatuh korban. Saya yakin suporter Jatim bisa memberi contoh yang baik," katanya.

    Persebaya lolos ke partai puncak setelah pada semifinal mengandaskan Madura United dalam dua pertandingan, masing-masing 1-0 saat bermain di Surabaya dan menang 3-2 di kandang Madura.

    Sedangkan, Arema FC berhak menantang Persebaya usai menang dalam dua pertandingan semifinal Piala Presiden lawan Kalteng Putra masing-masing dengan skor sama, 3-0.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.