Balap Mobil ISSOM: Alvin Targetkan Juara Nasional Ke-8

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Alvin Bahar memacu mobilnya dalam balap mobil malam hari ISSOM 2018 di Sentul pada Sabtu-Minggu, 18-19 Agustus. (istimewa)

    Pembalap Alvin Bahar memacu mobilnya dalam balap mobil malam hari ISSOM 2018 di Sentul pada Sabtu-Minggu, 18-19 Agustus. (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Andalan tim Honda Racing Indonesia, Alvin Bahar yang turun di balap mobil Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2019 harus puas di posisi empat meski ia berharap dapat mewujudkan impian juara nasional untuk menggenapi gelar juara nasional delapan kali di tahun ini.

    Alvin menjalani seeri pembuka ISSOM di akhir pekan ini dengan cukup berat. Pasalnya di sesi kualifikasi ITCR 16 Max pada Sabtu (6/4), di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Alvin agak melorot. Sebelumnya ia mencatat posisi ketiga setelah duet TTI, Haridarma Manoppo dan Demas Agil.

    Sayang sekali, setelah kualifikasi Mobil Honda Jazz yang dikendarai Alvin justru mengalami masalah sehingga diputuskan ia memakai mobil cadangan. Akibatnya, Alvin pun harus start di posisi paling buncit alias di urutan ke-13.

    “Apa boleh buat, memang itu yang harus saya jalani. Saya hanya menjalani saran dari bagian teknik tim yang mengatakan kalau saya paksakan pasti akan beresiko. Ya sudah, terpaksa langkah itu yang harus saya ambil,” kata Alvin usai balap.

    Soal strategi Alvin di lintasan pada balapan Minggu (7/4)/2019, ia berharap tetap bisa melakukan yang terbaik. Tentu saja sejak awal balap Alvin harus kerja keras untuk mengambil posisi dari belakang untuk bisa mendekati pembalap-pembalap di posisi depan.

    “Saya tetap memilih bisa menyelamatkan poin di seri pembuka ini. Tapi, selanjutnya kita lihat saja nanti. Kalau ada kesempatan terbuka, saya tetap akan menyodok,” kata Alvin lagi soal balap mobil ISSOM 2019 seri pertama ini.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.