Paul Pogba Jadi Faktor Kunci Manchester United di Liga Champions

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester United, Paul Pogba berduel dengan penyerang Liverpool, Roberto Firmino dalam pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, 24 Februari 2019. Action Images via Reuters/Lee Smith

    Gelandang Manchester United, Paul Pogba berduel dengan penyerang Liverpool, Roberto Firmino dalam pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, 24 Februari 2019. Action Images via Reuters/Lee Smith

    TEMPO.CO, Jakarta - Paul Pogba bakal menjadi kunci bagi Manchester United untuk menghadapi Barcelona dalam perempatfinal Liga Champions di Old Trafford malam ini. Sebagai andalan di lini tengah, Pogba tengah diterpa isu kepindahan ke Real Madrid musim depan.

    Pogba berpotensi terbang ke Madrid jika Manchester United gagal berkiprah di Liga Champions musim depan, karena Setan Merah gagal menempati peringkat ke-4 Liga Inggris.

    Baca: Liga Champions, 5 Fakta Menarik Man Utd Vs Barcelona

    Namun pelatih Ole Gunnar Solskjaer optimistis bahwa Pogba akan tetap bersama Manchester United pada musim depan.

    “Saya tidak melihat kemungkinan Paul tidak akan bermain bersama kami lagi musim depan,” ujar Solskjaer.

    Pogba punya alasan kuat untuk pindah klub jika Manchester United gagal ke Liga Champions musim depan. Bintang asal Prancis itu akan kehilangan penghasilannya sebanyak 25 persen dari yang dia terima di Manchester United saat ini yang mencapai 300 ribu pound sterling per pekan.

    Baca: Prediksi Man Utd Vs Barcelona di Liga Champions Malam Ini

    Bukan hanya Pogba yang berpotensi hengkang dari Manchester United jika gagal masuk zona Liga Champions tahun depan. Romelu Lukaku dan David De Gea pun berpotensi pindah ke klub lain.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.