Sprinter Muhammad Zohri Ajak Pemilih Pemula Tak Golput

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sprinter asal Nusa Tenggara Barat berusia 18 tahun, Lalu Muhammad Zohri, berhasil menjadi yang tercepat di Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Tampere, Finlandia Juli lalu. Zohri juga berperan besar menyumbangkan medali perak di Asian Games di nomor lari tim estafet 4x100 meter putra. TEMPO/Subekti

    Sprinter asal Nusa Tenggara Barat berusia 18 tahun, Lalu Muhammad Zohri, berhasil menjadi yang tercepat di Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Tampere, Finlandia Juli lalu. Zohri juga berperan besar menyumbangkan medali perak di Asian Games di nomor lari tim estafet 4x100 meter putra. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilihan umum serentak 17 April nanti akan menjadi momen pencoblosan pertama bagi pelari nasional Lalu Muhammad Zohri. Atlet berusia 18 tahun itu mengatakan akan menggunakan hak suaranya.

    Ia bersama rekan-rekannya di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) akan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Kami ke TPS di dekat Permata (Permata Hijau, Senayan)," kata Zohri di Jakarta, Selasa, 9 April 2019.

    Tak hanya itu, sprinter asal Lombok itu juga mengajak kepada pemilih pemula untuk menggunakan hak suaranya di Pemilu nanti. "Sebagai pemuda yang sudah pantas nyoblos kenapa enggak mesti nyoblos. Ayolah anak muda pilih pemimpin yang adil dan jujur," kata Zohri.

    Sebagai atlet, ia mengharapkan siapa pun yang terpilih menaruh perhatian besar terhadap kemajuan atlet. "Saya harap ke depannya perhatian ke atlet bisa lebih lagi. Mungkin jaminan masa depan," ucapnya.

    Pemerintah telah menetapkan 17 April 2019 sebagai hari libur nasional. Keputusan itu berdasarkan kepada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 sebagai Hari Libur Nasional.

    Tujuan ditetapkannya Pemilu sebagai hari libur nasional untuk memberi kesempatan kepada masyarakat menggunakan hak pilihnya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.