Formula 1 GP Cina: Target Bottas Perlebar Jarak dari Para Pesaing

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes Valtteri Bottas ikuti sesi tes Pramusim Pertama F1 2019 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, 18 Februari 2019. Sebanyak 11 pembalap akan mengikuti jalannya hari pertama testing F1 2019. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap Mercedes Valtteri Bottas ikuti sesi tes Pramusim Pertama F1 2019 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, 18 Februari 2019. Sebanyak 11 pembalap akan mengikuti jalannya hari pertama testing F1 2019. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap tim Mercedes-AMG F1 Valtteri Bottas mengaku ingin memperlebar jarak perolehan poinnya di puncak klasemen dari pembalap lain dengan menargetkan hasil positif di balapan Formula 1 GP Cina akhir pekan ini.

    Pembalap berusia 29 tahun asal Finlandia itu setelah menjalani dua balapan, sementara memimpin di puncak klasemen pembalap dengan 44 poin, terpaut satu angka dari rekan satu timnya, Lewis Hamilton yang menguntit diperingkat dua.

    Menjadi pemuncak klasemen mempengaruhi pola pikir Bottas menjelang seri ketiga balapan Formula 1, demikian Reuters pada Kamis.

    Baca: Formula 1, Presiden FIA Diminta Bantu Pembebasan Aktivis HAM

    "Tentu itu menjadi faktor. Jika kalian lihat di atas kertas aku memimpin dan aku ingin mempertahankan posisi itu dan membuat jarak lebih lebar," kata Bottas dalam sesi jumpa pers di Sirkuit Internasional Shanghai, Cina.

    "Targetnya adalah mempertahankan pimpinan, tapi mencapai hal itu adalah dengan fokus di tugas."

    Di GP Australia, Bottas unggul dari Hamilton dan mempersembahkan finis 1-2 untuk Mercedes, sementara di Bahrain posisinya terbalik, giliran Hamilton yang juara setelah diuntungkan masalah reliabilitas mesin yang menimpa pebalap Ferrari Charles Leclerc, yang hampir meraih podium juara pertamanya.

    Baca: Formula 1: Cerita dan Kontroversi Balapan Ke-1.000 di Cina

    Bottas, yang gagal meraih satu pun gelar juara tahun lalu, unggul satu poin dari Hamilton setelah mencetak waktu putaran tercepat di balapan, aturan baru perolehan poin di musim ini.

    "Di Bahrain... tentu ada hal-hal yang bisa aku lakukan dengan lebih baik," kata Bottas. "Bukan balapan yang sempurna tentunya, sangat berbeda dari Melbourne, tapi itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan karena semua dimaklumi."

    Di balapan Formula 1 GP Cina tahun lalu, Bottas bisa saja menjadi juara jika saja tidak dirugikan oleh keluarnya Safety Car di waktu yang kurang menguntungkan baginya sehingga Daniel Ricciardo, kala itu membalap untuk Red Bull, merampas trofi juara memanfaatkan ban yang lebih baru untuk melesat di trek sepanjang 5,451 km itu.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.