Penelitian, Pengemar La Liga di Indonesia, Cina dan India Naik

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah foto diolah oleh penggemar sepak bola Indonesia yang berfoto dengan Zulham Zamrun dan pemain Thailand, Prathum Chutong. (Instagram @mario_sonatha)

    Sebuah foto diolah oleh penggemar sepak bola Indonesia yang berfoto dengan Zulham Zamrun dan pemain Thailand, Prathum Chutong. (Instagram @mario_sonatha)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian yang diadakan oleh GfK, lembaga riset pasar global, berkesimpulan penggemar kompetisi sepak bola La Liga Spa nyol di Indonesia, Cina dan India meningkat.

    "La Liga memiliki citra yang sangat baik di tiga negara tersebut. Liga ini dinilai berkwalitas tinggi dan memiliki pemain kelas dunia," bunyi rilis GfK yang diterima Tempo, Jumat 12 April 2019.

    Siaran pers GfK juga menyatakan bahwa ketertarikan masyarakat di Indonesia, Cina dan India meningkat 7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 45 persen. "Tahun ini meningkat menjadi 52 persen. Penggemar La Liga tertinggi Indonesia, disusul Cina dan India."

    Bahkan penggemar LaLiga di Indonesia, jelas GfK, meningkat lebih dari sembilan persen untuk mencapai 59 persen. Selanjutnya diikuti Cina dan India.

    Di Cina, kata penelitian ini, sepak bola menjadi olahraga paling digemari selain basket. Sedangkan di Indonesia, sepak bola sebagai pilihan pertama. Adapun di India, sepak bola adalah olahraga yang paling disukai setelah kriket.

    Sementara itu, menurut Javier Gomez, GfK Brand and Customer Experience Director, jumlah pemirsa LaLiga dalam satu bulan meningkat tiga persen dibandingkan dengan musim lalu. Hal itu berdasarkan hasil wawancara dari para pengguna internet selama 12 bulan masa analisa. Hasilnya, meningkat dari 59 persen menjadi 62 persen.

    Penelitian yang dilakukan oleh GfK melalui wawancara online selama 15 menit terhadap penggemar sepak bola di 10 negara. Mereka dimintai komentarnya mengenai La Liga Spanyol. Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk ekspansi penggembangan pasar sepak bola sebagai kegiatan olahraga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.