Balap Sepeda BMX: Indonesia Rebut Dua Medali Kejuaraan Asia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet balap sepeda BMX, Rio Akbar, saat beraksi. (instagram/@rio_karioakbar)

    Atlet balap sepeda BMX, Rio Akbar, saat beraksi. (instagram/@rio_karioakbar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontingen balap sepeda Indonesia mencatat hasil positif di Kejuaraan Asia BMX 2019 yang berlangsung 13-14 April 2019. Dua pembalap BMX, I Gusti Bagus Saputra dan Rio Akbar, berhasil membawa pulang dua medali, yakni perak dan perunggu.

    Manajer Tim Balap Sepeda Indonesia Budi Saputra mengatakan Bagus keluar sebagai runner up di nomor elit putra setelah mencatatkan waktu tercepat 30,89 detik. Sementara Rio harus puas di tempat ketiga dengan catatan waktu 31,61 detik. Peringkat pertama diraih oleh pembalap Jepang, Jukia Yoshimura dengan perolehan waktu 30,29 detik.

    Budi menyatakan cukup puas dengan hasil tersebut kendati Rio gagal mempertahankan gelar juaranya. "Hasilnya sangat bagus untuk perolehan poin kualifikasi Olimpiade 2020," kata Budi kepada Tempo, Selasa, 16 April 2019.

    Dua pembalap, menurut Budi, sudah tampil maksimal di tengah persiapan yang cukup singkat. Ia menyebut persiapan tim sebelum berangkat ke Kejuaraan Asia BMX 2019 di Malaysia hanya sebulan.

    Sementara di nomor elit putri, pembalap Wiji Lestari hanya sanggup menyelesaikan lomba di peringkat enam. Wiji tak mampu mengejar pembalap Jepang, Kanami Tanno yang keluar sebagai juara. "Hasil yang didapat Wiji terbilang bagus soalnya persiapan tidak maksimal," kata Budi.

    Menurut Budi, selama masa persiapan Wiji menggelar latihan di daerah dan baru bergabung ke pemusatan latihan di Jakarta sepekan sebelum tampil. "Ini karena Pelatnas secara resmi belum dimulai jadi latihan di daerah," ucapnya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.