Olimpiade Tokyo 2020, Sky Brown Atlet Termuda Inggris

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sky Brown memiliki akun Instagram @awsmkids bersama adiknya, Ocean Brown, 6 tahun, yang juga mahir berselancar. Berkat kepiawaiannya, akun Instagram mereka hingga kini telah memiliki 92,7 ribu pengikut. instagram.com

    Sky Brown memiliki akun Instagram @awsmkids bersama adiknya, Ocean Brown, 6 tahun, yang juga mahir berselancar. Berkat kepiawaiannya, akun Instagram mereka hingga kini telah memiliki 92,7 ribu pengikut. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sky Brown, 10 tahun, bakal menjadi atlet termuda Inggris dari cabang olahraga skateboard yang akan berlaga di arena Olimpiade Tokyo 2020. Di negaranya, gadis cilik ini pernah meraih medali emas dalam kejuaraan National Skateboarding Championships di Salford.

    Kemenangan Brown di kejuaraan nasional tersebut menambah poin bagi dia untuk lolos ke babak kwalifkasi sehingga berhak tampil di Tokyo tahun depan. Dia mendapatkan 308 poin dan mengalahkan atlet wanita senior di Inggris.

    "Saya benar-benar senang menang dalam kejuaraan tersebut," kata Brown kepada Press Association Sport sebagaimana dilansir Daily Mail. "Saya merasa agak gugup karena untuk pertama kalinya ikut kejuraan di sana."

    Prestasi Brown menarik perhatian publik olahraga, terutama saat dia akan mewakili Inggris mengikuti olimpiade di Jepang bersama atlet lainnya termasuk atlet berselancar, panjat tebing dan karate.

    Brown yang berayah Inggris dan ibu asal Jepang lahir di luar Kota Tokyo adalah salah satu dari lima atlet skyboard Inggris yang terpilih untuk mendapatkan bantuan dari UK Sport Aspiration Funding.

    Selain Brown, Inggris memiliki atlet skateboard berbakat lainnya yang akan turun di arena Olimpiade Tokyo 2020 yakni Sam Beckett, 26 tahun. Atlet asal Norfolk ini meraih medali emas dalam kejuaraan X Games pada 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.