Bulu Tangkis: PBSI Sudah Siapkan Tim Piala Sudirman 2019

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukomuljo. Antara

    Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukomuljo. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sudah mengantongi para pemain yang akan tampil di Piala Sudirman 2019. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti mengatakan belum bisa membuka komposisi pemain.

    Menurut dia, materi pemain di Piala Sudirman bisa berubah karena masih ada beberapa turnamen yang harus diikuti pemain. "Nama sudah ada, tapi belum bisa diumumkan hingga deadline karena memungkinkan kami untuk mengubahnya," ucap Susy di pemusatan latihan nasional Cipayung, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

    Di sisi lain, Susy berharap sejumlah nama yang sudah masuk di tim Piala Sudirman tidak mengalami cedera atau sakit sebelum turnamen bergulir pada 19-26 Mei 2019.

    Cina akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Sudirman 2019. Guangxi Sports Center, di Nanning dipilih menjadi lokasi pertandingan. Indonesia berada di Grup B bersama Denmark dan Inggris.

    Ihwal target, Susy menilai sudah saatnya Indonesia bisa membawa pulang trofi Piala Sudirman. Terakhir kali Indonesia merebut gelar juara pada 1989. Total Indonesia sudah tujuh kali merasakan menjadi finalis. di ajang dua tahunan itu. "Kami rindu juara karena sudah 30 tahun," ucapnya.

    Peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu menilai peluang juara Piala Sudirman bagi Indonesia selalu terbuka. Menurut dia, pertandingan dengan format beregu campuran tidak tergantung kepada peringkat dunia pemainnya. Salah satu hal yang krusial di ajang beregu campuran ialah strategi dan kekompakan tim.

    Susy menilai ada pemain yang di nomor individu tampil bagus tapi saat turun di beregu menjadi sulit berkembang. "Semua punya peluang juara. Kekompakan dan dukungan pemain bisa menentukan," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.