Susy Susanti: Jonatan Christie Sudah Temukan Gaya Permainan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis Indonesia Jonatan Christie. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pebulutangkis Indonesia Jonatan Christie. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Susy Susanti mengatakan ada kemajuan dari penampilan pemain tunggal Jonatan Christie. Ia menilai dari dua turnamen terakhir Jonatan sudah mulai menemukan irama atau pola permainan.

    Menurut Susy, penting bagi pebulu tangkis mengenal karakter bermain di lapangan. Ia berharap Jonatan bisa mempertahankan pola permainan yang sudah didapat. "Dia sudah matang. Tahu harus bagaimana dalam bermain dan tinggal dipertajam," ucap Susy di pemusatan latihan nasional PBSI, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

    Usai mengikuti turnamen, Susy menyatakan, kerap berdiskusi dengan Jonatan. Dari obrolan tersebut banyak masukan yang diberikan peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu kepada Jonatan. "Yang terpenting ialah dia tahu kenapa kalah dan menang," ucapnya.

    Ke depan, Susy berharap Jonatan bisa meningkatkan kemampuan membaca permainan lawan. Sebab, ucapnya, setiap lawan yang dihadapi memiliki karakter yang berbeda.

    Terhitung awal 2019 sudah enam turnamen yang diikuti Jonatan. Langkah terbaik dari pemain yang akrab disapa Jojo itu baru mencapai dua kali semifinal, yakni di Indonesia Masters dan Malaysia Open. Selebihnya, ia kerap kesulitan melewati babak 16 besar.

    Belajar dari dua turnamen terakhir di Malaysia dan Singapore Open, Jonatan mengatakan beberapa lawannya sudah bisa membaca permainannya. Selain itu, ia juga harus lebih tenang lagi saat memasuki poin-poin kritis. "Harus dipelajari lagi pengambilan keputusan di poin-poin akhir," ucap peraih medali emas Asian Games 2018 itu.

    ADITYA BUDIMAN | PBSI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.