Kisah Fajar / Rian Robohkan Tembok Penghalang Bernama Minions

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (badmintonindonesia.org)

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pelatih Ganda Putra Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Herry Iman Pierngadi mengapresiasi penampilan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Penampilan keduanya dinilai apik selama mengikuti Malaysia Open dan Singapore Open 2019.

    Salah satu pencapaian terbaik Fajar/Rian, menurut Herry, ialah berhasil mengalahkan pasangan peringkat satu dunia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon di Malaysia Open dua pekan lalu. Herry menyatakan Fajar/Rian ingin sekali mengalahkan Kevin/Marcus sebab dalam empat kali pertemuan selalu menelan kekalahan.

    Laga paling seru antara mereka terjadi saat final Asian Games 2018. Tampil di hadapan publik sendiri Fajar/Rian kalah 21-13, 18-21, 22-24 dari Kevin/Marcus.

    Bagi Fajar/Rian, Herry menilai, The Minions (sebutan bagi Kevin/Marcus) merupakan tembok terbesar yang harus bisa dilewati. "Biasanya setiap pemain ada tembok yang harus dilewati. Kalau sudah bisa melewati para pemain di peringkat 10 besar ke depan akan lebih percaya diri lagi," kata dia di pemusatan latihan nasional PBSI, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

    Satu catatan terpenting bagi Fajar/Rian usai mengalahkan Kevin/Marcus, lanjut Herry, ialah keberhasilan mengalahkan diri sendiri dan rekan satu tim. "Dari situ sudah ada kemajuan," ucapnya.

    Fajar/Rian menempati peringkat lima dunia Badminton World Federation. Sebelumnya, selain Kevin/Marcus, tiga ganda putra diatas mereka, yakni Li Junhui/Liu Yuchen, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sudah pernah dikalahkan Fajar/Rian.

    Kini, setelah Kevin/Marcus bisa dikalahkan, tembok besar yang menghalangi Fajar/Rian sudah runtuh. Herry berharap Fajar/Rian bisa mempertahankan penampilannya dan menjaga peluang tim bulu tangkis Indonesia tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.